PLN Tambah 4 Stasiun SPKLU di Jatim, Diperkirakan Beroperasi November 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan mengganti baterai sepeda motor listrik di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Gedung Direktorat Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Jakarta, Senin 21 Desember 2020. Kementerian ESDM menargetkan hingga 2025 dapat membangun SPBKLU di 10.000 titik serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik guna mendukung penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan di Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Karyawan mengganti baterai sepeda motor listrik di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), Gedung Direktorat Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Jakarta, Senin 21 Desember 2020. Kementerian ESDM menargetkan hingga 2025 dapat membangun SPBKLU di 10.000 titik serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 2.400 titik guna mendukung penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan di Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) berencana menambah empat Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di wilayah Jatim, sehingga total menjadi sembilan stasiun hingga akhir 2021.

    Manager Komunikasi PLN UID Jatim, Fenny Nurhayati mengatakan tambahan empat SPKLU itu masing-masing dua di rest area tol, yakni KM 626A dan KM 626B Saradan, Madiun, kemudian satu di Bandara Juanda Sidoarjo, dan satu lagi di Bandara Abd Saleh, Kabupaten Malang.

    "Diperkirakan bisa beroperasi pada November 2021," kata Fenny, kepada wartawan Sabtu, 25 September 2021.

    Saat ini, katanya, total SPKLU di Jatim ada di lima lokasi, masing-masing SPKLU di Kantor PLN ULP Embong Wungu, di Kantor PT PJB, Kantor PLN UP3 Situbondo, Kantor PLN UP3 Banyuwangi, serta Kantor PLN UP3 Ponorogo.

    Fenny menjelaskan, penambahan ini karena adanya proyeksi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 yang mencapai 2,2 juta mobil listrik, dan 13 juta motor listrik.

    Ia juga mengatakan, PT PLN (Persero) juga membuka peluang kerja sama bagi pelaku usaha untuk ikut membangun 101 SPKLU sepanjang 2021 secara nasional. PLN menyiapkan skema bisnis dan insentif bagi investor yang ingin bergabung.

    Sebelumnya, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menuturkan, peluang bisnis SPKLU ini memiliki prospek menggiurkan mengingat tren penjualan mobil listrik terus meningkat.

    Pada 2020, penjualan mobil listrik naik 46 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan mobil konvensional yang justru menurun hingga 14 persen.

    Ditambah, hasil riset juga menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik dinilai berada di atas rata-rata keinginan warga negara lain di kawasan Asia Tenggara.

    Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor dengan 31.859 unit SPKLU. Jumlah kendaraan listrik ini diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter pada 2030.

    Baca Juga: PLN Cari Patner Bangun 101 Stasiun Kendaraan Listrik, Ini Hitungan Bisnisnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.