Obligor BLBI Penuhi Panggilan Satgas Pekan Ini, dari Kaharudin Ongko Sampai Sjamsul Nursalim

Gedung Kementerian Keuangan atau Kemenkeu. Dok TEMPO

TEMPO.COJakarta - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia alias Satgas BLBI mengumumkan informasi terkini mengenai pemanggilan obligor atau debitur dalam sepekan ini.

Sejumlah obligor kelas kakap tercatat mengirim perwakilan untuk memenuhi panggilan Satgas. Misalnya saja pemanggilan anak dari petinggi Bank Asia Pacific Setiawan Harjono dan Hendrawan Harjono yang memiliki utang kepada negara Rp 3,47 triliun.

"Dihadiri kuasa hukum pada Senin, 20 September 2021," kata Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Tri Wahyuningsih Retno Mulyani dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 September 2021.

Selanjutnya, bekas pemilik Bank Umum Nasional Kaharudin Ongko diwakili oleh pengacara PT AMMA juga memenuhi panggilan Satgas BLBI pada Selasa, 21 September 2021, setelah beberapa kali mangkir. Kaharudin memiliki utang sebesar Rp 6,61 triliun kepada negara.

Adapun Sjamsul Nursalim dari Bank Dagang Nasional Indonesia dan Bank Dewa Rutji mengirim kuasa hukumnya untuk menghadiri panggilan Satgas BLBI pada Rabu, 22 September 2021. Pertemuan itu untuk membahas mengenai pemenuhan kewajiban Sjamsul sebesar Rp 470,65 miliar.

Untuk pemanggilan hari ini, obligor atas nama Kwan Benny Ahadi diwakili oleh Albertus Banunaek dan Erry Putriyanti. Pemanggilan hari ini adalah panggilan yang kedua baginya. Adapun nilai utang Kwan Benny Ahadi adalah sebesar Rp 157,72 miliar.

Sementara itu, obligor atau debitur atas nama Era Persada menjadwalkan ulang pertemuan dengan Satgas BLBI menjadi Jumat, 24 September 2021. Era Persada memiliki utang sebesar Rp 118,70 miliar.

Baca: TNI Buka Rekrutmen Prajurit Perwira Karier Hingga Oktober, Simak Syaratnya






Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

1 hari lalu

Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

Bank Dunia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakmampuan global dalam mengelola utang gagal bayar.


Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

4 hari lalu

Utang RI Mendekati Rp 7.500 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman, Asalkan...

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang Indonesia masih tergolong aman.


Pandemi dan Perang Ukraina Sebabkan Negara-negara Afrika Dilanda Krisis Pangan

4 hari lalu

Pandemi dan Perang Ukraina Sebabkan Negara-negara Afrika Dilanda Krisis Pangan

Negara-negara Afrika yang menghadapi krisis pangan, membutuhkan dukungan likuiditas. Dalam beberapa kasus ada negara yang membutuhkan keringanan utang


Prediksi Utang Lunas 17 Tahun Mendatang, Dirut Krakatau Steel: Bisa Lebih Cepat Lagi

6 hari lalu

Prediksi Utang Lunas 17 Tahun Mendatang, Dirut Krakatau Steel: Bisa Lebih Cepat Lagi

Emiten baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) memproyeksikan baru dapat melunasi sisa utang senilai US$1,7 miliar dalam 17 tahun.


Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

7 hari lalu

Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin kemarin 28 November 2022, dimulai dari OJK yang resmi memperpanjang restrukturisasi kredit


Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

7 hari lalu

Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari Menteri Luhut yang menegaskan proyek smelter nikel terbesar dunia di Pomalaa harus terus berjalan.


Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

8 hari lalu

Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

Kementerian Keuangan menyebutkan utang pemerintah per Oktober 2022 mencapai Rp 7.496,7 atau mendekati Rp 7.500 triliun.


Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

10 hari lalu

Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

Bank sentral Cina berharap bisa meningkatkan sentimen pasar terhadap sektor properti yang terlilit utang dan berpindah dari krisis ke krisis.


Dana Jumbo JETP Rp 311 Triliun, Skema Utang atau Hibah?

12 hari lalu

Dana Jumbo JETP Rp 311 Triliun, Skema Utang atau Hibah?

Pengamat mengatakan komitmen dari JETP itu tidak cukup. Karena transisi energi butuh Rp 500 triliun.


Jokowi Diminta Tak Hanya Andalkan Pembiayaan Transisi Energi dari JETP

12 hari lalu

Jokowi Diminta Tak Hanya Andalkan Pembiayaan Transisi Energi dari JETP

Pemerintah diminta tak hanya mengandalkan pembiayaan transisi energi dari bantuan koalisi negara maju G7+ melalui JETP.