Per Agustus 2021, Sri Mulyani Sebut Defisit Anggaran Capai Rp 383,2 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    Menkeu Sri Mulyani memberikan keterangan pers terkait laporan APBN 2019 di Jakarta, Selasa 7 Januari 2020. Menkeu menyatakan realisasi APBN 2019 masih terarah dan terkendali meskipun terjadi defisit sebesar Rp353 triliun atau sebesar 2,20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021 mencapai Rp 383,2 triliun per Agustus 2021. Angka tersebut susut sebesar 23,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

    "Kita tetap defisit, tapi defisitnya menjadi kecil," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis, 23 September 2021. Berdasarkan Undang-undang APBN 2021, defisit anggaran tahun ini direncanakan sebesar 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto.

    Sri Mulyani mengatakan penurunan defisit anggaran dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh adanya konsolidasi fiskal yang mulai menguat dan mengalai penurunan.

    “Fiskalnya mulai diperkuat dan ekonominya tumbuh semakin positif. Ini yang disebut countercyclical-nya tetap jalan tapi terjadi. rebound, recovery dan konsolidasi pelan-pelan,” ujar Sri Mulyani.

    Per Agustus 2021, tercatat pendapatan negara sebesar Rp 1.177,6 triliun. Pendapatan negara itu tumbuh 13,9 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu belanja negara Rp 1.560,8 triliun, tumbuh 9,3 persen dari tahun lalu.

    Pertumbuhan belanja negara itu tercatat lebih rendah dari periode Juli. Pasalnya, belanja perlindungan sosial kala itu disalurkan cukup masif di bulan Juli 2021 untuk mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.