Realisasi Pembiayaan Utang Rp 550,6 T, Sri Mulyani: Jauh Lebih Kecil dari Target

Reporter

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Youtube

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembiayaan anggaran dari utang pada Agustus 2021 mencapai Rp 550,6 triliun. Capaian itu adalah 56,8 persen dari target pembiayaan utang di Undang-undang APBN yang mencapai Rp 1.177,4 triliun.

"Jadi jauh lebih kecil dari yang ditargetkan. Pembiayaan utang kita juga pertumbuhannya negatif, yaitu minus 20,5 persen," kata dia dalam konferensi pers, Kamis, 23 September 2021.

Apabila dilihat lagi, penerbitan Surat Berharga Negara alias SBN Neto hingga Agustus tahun ini mencapai Rp 567,4 triliun atau 47 persen dari target sebesar Rp 1.207,3 triliun.

Sri Mulyani mengatakan rendahnya penerbitan SBN neto dibandingkan targetnya terjadi lantaran adanya penyesuaian target. Pasalnya, dalam membiayai anggaran, pemerintah menggunakan sisa anggaran lebih tahun lalu,

"Yang dikatakan DPR dan pengamat bahwa kita punya SAL, ini digunakan pada saat seperti sekarang," kata Sri Mulyani.

Di samping penggunaan SAL, ia mengatakan penyesuaian target penerbitan SBN juga dilakukan karena adanya penyesuaian investasi, adanya kesepakatan pemerintah dan Bank Indonesia dalam SKB III, serta proyeksi penyesuaian defisit APBN.

"Itu menyebabkan issuance atau kebutuhan penerbitan surat utang negara bisa diturunkan. Turunnya cukup drastis. Ini cerita mengenai konsolidasi fiskal yang konsisten,' kata Sri Mulyani.

Meskipun penerbitan surat utang itu lebih rendah dari target, dia memastikan pemerintah tetap akan maksimal dalam menangani Covid-19, melindungi masyarakat, serta memulihkan ekonomi.

"Tapi konsolidasi fiskal dilakukan. Ini berarti penerbitan utang menurun," tutur Sri Mulyani.

CAESAR AKBAR

Baca juga: Sri Mulyani Anggarkan Penanganan Covid Tahun Ini Rp 170 T, untuk Apa Saja?






Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Jumat kemarin 25 November dimulai dari BLT BBM akan cair lagi di bulan depan.


Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

1 hari lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih senilai Rp11,71 triliun.


Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

2 hari lalu

Bank sentral Cina Terbitkan Kebijakan untuk Dukung Sektor Properti

Bank sentral Cina berharap bisa meningkatkan sentimen pasar terhadap sektor properti yang terlilit utang dan berpindah dari krisis ke krisis.


Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

2 hari lalu

Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

Panglima TNI Andika Perkasa bulan depan pensiun. Berapakah batas usia pensiun prajurit TNI, dan berapa besaran gajinya?


BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

2 hari lalu

BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

BLT BBM merupakan subsidi untuk masyarakat yang diberikan setelah pemerintah mengerek harga Pertalite dan Solar.


APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

2 hari lalu

APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

Sri Mulyani menuturkan defisit APBN akan terjadi sampai akhir tahun, namun angkanya membaik dan masih sesuai dengan target dalam Perpres.


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 24 November 2022, dimulai dari Sri Mulyani mempertimbangkan pemberian bantuan PHK.


PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

2 hari lalu

PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

Sri Mulyani menyatakan bahwa data penerimaan pajak penghasilan atau PPh Pasal 21 mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.


Dana Pemda Mengendap di Bank Jadi Rp 278 T, Sri Mulyani: Naik Sangat Signifikan

2 hari lalu

Dana Pemda Mengendap di Bank Jadi Rp 278 T, Sri Mulyani: Naik Sangat Signifikan

Anggaran pemerintah daerah atau pemda yang tersimpan di bank mencapai Rp278,7 triliun per Oktober 2022


Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

2 hari lalu

Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

Sri Mulyani akan mempertimbangkan pemberian bantuan untuk mengatasi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)