Mengapa ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Jadi 3,5 Persen?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor pusat Asian Development Bank di Filipina. Wikimedia/Andrea ADB

    Kantor pusat Asian Development Bank di Filipina. Wikimedia/Andrea ADB

    TEMPO.CO, Jakarta - Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini dari perkiraan pada April lalu sebesar 4,5 persen (yoy) menjadi 3,5 persen (yoy).

    “Pemulihan akan terus berlangsung namun dengan laju yang lebih moderat di level 3,5 persen dibandingkan 4,5 persen yang diproyeksikan pada April lalu,” kata Senior Country Economist ADB Henry Ma dalam ASIAN Development Outlook 2021 di Jakarta, Rabu, 22 September 2021.

    ADB juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan dari sebelumnya 5 persen (yoy) menjadi 4,8 persen (yoy).

    Henry menjelaskan beberapa aspek yang melatarbelakangi ADB dalam menurunkan proyeksinya adalah adanya realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen yang lebih rendah dari perkiraan.

    Menurutnya, pertumbuhan sebesar 7,07 persen pada kuartal II 2021 yang lebih rendah dari ekspektasi memberikan basis yang lebih rendah pada pertumbuhan tahun berikutnya.

    Aspek kedua adalah adanya pembatasan mobilitas yang lebih ketat pada kuartal III 2021 sehingga menekan indikator ekonomi seperti penjualan ritel dan kendaraan bermotor, keyakinan konsumen serta PMI Manufaktur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.