Sandiaga Siapkan Standar Kemudahan Berusaha di Sektor Wisata Usai Skandal EoDB

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan sambutan saat peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo dan '5G Experience Center' atau pusat layanan teknologi 5G di Gedung Robotika ITS Surabaya, Kamis, 16 September 2021. ANTARA/Didik Suhartono

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan membuat standar penilaian untuk mengukur tingkat kemudahan berusaha di sektor pariwisata guna menarik investor. Rencana pembuatan standar tersebut tercetus sebagai respons pasca-terkuaknya skandal penyimpangan data tingkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) oleh Bank Dunia.

“Tentunya di tengah pandemi, dengan satu skandal yang ditemukan oleh World Bank ini mengakibatkan kita di Kemenparekraf ingin ada satu assessment terhadap competitiveness,” ujar Sandiaga dalam press briefing pada Senin, 20 September 2021.

Sandiaga berujar pihaknya bakal membuat kajian untuk menilai tingkat kemudahan berusaha secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Pemerintah, tutur dia, tidak ingin iklim investasi di dalam negeri terpaku pada penilaian-penilaian dari lembaga internasional.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan selama belasan tahun, Indonesia terlampau mengacu pada skor EoDB. Bahkan, Indonesia mengejar menjadi peringkat 40 besar negara dengan skor kemudahan berinvestasi menurut laporan tahunan Bank Dunia itu.

“Kita tidak bisa mengecek kebenarannya secara transparan. Jadi peristiwa ini harus kita ambil hikmahnya,” ujar Sandiaga.

Bank Dunia sebelumnya mengumumkan telah menyetop sementara laporan kemudahan berusaha akibat adanya dugaan skandal yang melibatkan pejabat lembaga internasional itu. Skandal disinyalir terjadi pada 2018-2020 menurut keterangan resmi Bank Dunia.

Bank Dunia mengendus adanya permasalahan etika dan akuntabilitas, kemudian melakukan evaluasi. Manajemen juga menggelar audit atas laporan-laporan EoDB. Setelah meninjau semua informasi yang dihimpun tentang EoDB, Bank Dunia memutuskan mengambil kebijakan menghentikan laporan dan akan menyusun metode anyar untuk mengukur peringkat kemudahan berusaha selanjutnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid mengatakan dunia usaha tidak bisa melihat independensi laporan EoDB meski Pemerintah Indonesia terpaku pada hasil skor lembaga dunia tersebut. Kendati skandal Bank Dunia itu akan mempengaruhi indikator penilaian kemudahan berinvestasi, disetopnya laporan EoDB tidak akan membuat iklim berusaha di Indonesia berubah.

Indonesia, kata Arsjad, saat ini sudah memiliki payung hukum yang jelas untuk kemudahan berinvestasi dengan Undang-undang Cipta Kerja dan beleid turunannya. Kebijakan-kebijakan yang diambil pun saat ini mengacu pada aturan tersebut.

“Seperti OSS (Online Single Submission) itu untuk mempermudah investasi. Prosesnya belum sempurna, tapi at least undang-undangnya dan sekarang sedang berjalan,” kata Arsjad menanggapi soal disetopnya laporan EoDB Bank Dunia.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital, Sandiaga: Pemerintah dan Dunia Usaha Harus Kerja Sama

1 hari lalu

Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital, Sandiaga: Pemerintah dan Dunia Usaha Harus Kerja Sama

Sandiaga Uno mengatakan pemenuhan kebutuhan 9 juta talenta digital harus dikerjakan bersama antara pemerintah dan dunia usaha


Sandiaga Bikin 100 Paket Wisata Agar Orang Indonesia Tak Liburan ke Luar Negeri saat Nataru

3 hari lalu

Sandiaga Bikin 100 Paket Wisata Agar Orang Indonesia Tak Liburan ke Luar Negeri saat Nataru

Sandiaga berharap paket wisata ini membuat para wisatawan Nusantara memilih melancong ke dalam negeri ketimbang luar negeri.


Kepulauan Widi Tidak Dijual, Sandiaga Uno: Yang Ditawarkan ke Investor Asing, Kerja Samanya

3 hari lalu

Kepulauan Widi Tidak Dijual, Sandiaga Uno: Yang Ditawarkan ke Investor Asing, Kerja Samanya

Sandiaga Uno menegaskan pulau-pulau yang ada di gugus Kepulauan Widi, Maluku Utara, adalah milik Indonesia.


Yakin Kunjungan Wisatawan 2023 Lampaui Target, Luhut: Harus Kerja Sama dan Berpikir Kreatif

3 hari lalu

Yakin Kunjungan Wisatawan 2023 Lampaui Target, Luhut: Harus Kerja Sama dan Berpikir Kreatif

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa kolaborasi dan cara berpikir yang out of the box menjadi kunci untuk mengajak masyarakat agar berwisata di dalam negeri.


Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

4 hari lalu

Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

Bank Dunia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakmampuan global dalam mengelola utang gagal bayar.


Melawat ke Qatar, Sandiaga Cari Investor untuk Destinasi Super Prioritas

5 hari lalu

Melawat ke Qatar, Sandiaga Cari Investor untuk Destinasi Super Prioritas

Sandiaga Uno melawat ke Qatar mencari investor untuk berinvestasi di lima destinasi super prioritas (DSP) Indonesia.


Manfaatkan Momentum Piala Dunia, Sandiaga Promosi Pariwisata Indonesia

5 hari lalu

Manfaatkan Momentum Piala Dunia, Sandiaga Promosi Pariwisata Indonesia

Sandiaga Uno memanfaatkan momentum Piala Dunia 2022 Qatar untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia.


Sandiaga Minta Produk RI Jadi Suvenir Jemaah Umrah dan Haji di Arab Saudi

6 hari lalu

Sandiaga Minta Produk RI Jadi Suvenir Jemaah Umrah dan Haji di Arab Saudi

Sandiaga ingin produk asal Tanah Air dikonsumsi oleh jemaah dari seluruh dunia baik dalam bentuk kuliner maupun fashion dan kriya.


Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

6 hari lalu

Sandiaga Bertemu Menteri Pariwisata Arab Saudi, Salah Satunya Bahas Kereta Gantung di...

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap pemerintah Arab Saudi bisa berinvestasi di Indonesia terutama di bidang infrastruktur par


Wisata Religi di Menara Abraj Al-Bait, Mekkah, Kemegahan Jam Tertinggi di Dunia , Dihiasi 2 Juta Lampu LED

6 hari lalu

Wisata Religi di Menara Abraj Al-Bait, Mekkah, Kemegahan Jam Tertinggi di Dunia , Dihiasi 2 Juta Lampu LED

Menparekraf Sandiaga Uno yang melakukan wisata religi di Abraj Al-Bait mengaku takjub dengan kemegahan bangunan yang juga disebut Zamzam Tower itu.