Terkini Bisnis: Bambang Trihatmodjo Berkelit, Sistem QR Code di Pantai Legian

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bambang Trihatmodjo dan Sri Mulyani. Foto: Instagram

    Bambang Trihatmodjo dan Sri Mulyani. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Minggu siang hingga sore, 19 September 2021, dimulai dengan Kementerian Keuangan mempersilakan Bambang Trihatmodjo selaku debitor BLBI menyampaikan tanggapannya atas utang SEA Games XIX 1997 ke negara.

    Kemudian informasi dari Kementerian Perdagangan bahwa akan ada BUMN yang membeli pakan jagung, lalu menjualnya dengan harga Rp 4.500 ke peternak ayam.

    Selain itu berita tentang pengelola kawasan wisata Pantai Legian, Kabupaten Badung, Bali, mengembangkan dan meluncurkan sistem Quick Response (QR) Code bagi wisatawan yang berkunjung di Bali. Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita tersebut:

    1. Respons Kemenkeu Usai Bambang Trihatmodjo Keukeuh Berkelit Soal Utang SEA Games

    Bambang Trihatmodjo terus berkelit memiliki utang SEA Games XIX 1997 ke negara. Menurut Bambang, bukan dia yang berutang tapi pihak lain. Kementerian Keuangan mempersilakan Bambang menyampaikan pandangannya tersebut.

    "Argumen dari debitor merupakan hak yang bersangkutan," kata Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Lain-lain, Kementerian Keuangan, Lukman Effendi, kepada Tempo di Jakarta, Sabtu, 18 September 2021.

    Lukman lalu mengatakan bahwa Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) hanya menerima penyerahan piutang macet terhadap Bambang dari Kementerian Sekretariat Negara. Sehingga, kata dia, konsekuensi hukum yang menimbulkan piutang ini tentu sudah dilakukan pengkajian matang oleh Kemensetneg.

    "Sehingga, PUPN melakukan proses hukum sesuai data dan informasi dari Kemensetneg," kata dia.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.