Sandiaga Sebut Potensi Wisata Medis Dunia Tumbuh 16 Persen per Tahun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia berencana merebut pangsa pasar turis untuk wisata medis. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan potensi wisata medis secara global terus meningkat dan pada Maret 2020 telah menembus US$ 179,6 juta atau Rp 2,58 triliun.

    Sementara itu per tahun hingga 2025, pertumbuhan wisata medis diperkirakan bakal mencatat tren positif dengan peningkatan 16 persen. 

    “Berdasarkan informasi Healthcare Global, Industri healthcare tourism tumbuh sebesar 10,8 persen dalam empat tahun terakhir dan diekspektasi tumbuh dengan tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun sebesar 16 persen, ekspektasi hingga 2025,” ujar Sandiaga kepada Tempo, Sabtu, 18 September 2021.

    Menurut Sandiaga, ada tiga daerah yang cocok dikembangkan untuk wisata medis dengan memperhatikan fasilitas kesehatan yang ada. Ketiganya adalah Bali, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta.

    Dari sisi promosi, pemerintah akan melakukan intensifikasi Word of Mouth (WOM). Kementerian bakal merancang pembuatan konten dan informasi wisata medis Indonesia untuk menangkal opini negatif terhadap layanan kesehatan di dalam negeri. Selain itu, kata Sandiaga, pemerintah akan meningkatkan kualitas layanan dan center of excellence di 15 rumah sakit unggulan.

    Selanjutnya, pemerintah akan membuat branding nasional wisata kesehatan Indonesia. Berdasarkan peta perencanaan wisata medis, ada empat jenis konsep yang akan dikembangkan. Salah satunya wellness toruism atau wisata kebugaran dan herbal yang akan digencarkan di Bali.

     Rencana kita terkait pengembangan wellness tourism di Bali ini adalah mengedepankan pendekatan budaya yang kaya akan kearifan lokal,” kata Sandiaga. Bali, kata dia, memiliki potensi kearifan lokal mulai metode pengobatan tradisional hingga ramuan-ramuan herbal yang berkhasiat bagi kesehatan.

    Pengembangan wisata medis ini diklaim bertepatan dengan pergeseran tren pariwisata pasca-pandemi Covid-19. Ke depan, wisatawan diperkirakan bakal mengutamakan kesehatan sebagai salah satu faktor utama dalam berwisata.

    Baca: Video Viral Kapal Perang Cina di Laut Natuna, TNI AL Pastikan 4 KRI Selalu Siaga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.