Terkini Bisnis: Satgas BLBI Panggil 13 Obligor hingga Skandal di Bank Dunia

Reporter

Menko Polhukam Mahfud MD (keempat kanan) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kelima kanan) memimpin konferensi pers seusai pelantikan Tim Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Kemenkeu, Jakarta, Jumat 4 Juni 2021. Tim Satgas BLBI resmi dilantik dan akan melakukan penagihan kepada seluruh pihak yang terlibat yang telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp110,454 triliun. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta -Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Jumat siang, 17 September 2021, dimulai dari Satgas BLBI memanggil 13 obligor hari ini dan dua anak usaha BUMN bakal IPO.

Adapula berita tentang Menteri Investasi Bahlil Lahadalia klaim alasan RI diminati investor Korea Selatan di antaranya karena tidak ada lagi tukang palak dan eks bos Bank Dunia diduga tekan staf untuk naikkan peringkat Kemudahan Berbisnis Cina.

Berikut empat berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang siang ini:

1. Panggil 13 Obligor Hari Ini, Satgas BLBI Tagih Utang Rp 401,1 Miliar

Satuan Tugas atau Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) telah memangil 13 obligor pada Jumat, 17 September 2021, perihal penagihan utang uang negara. Total utang ke-13 obligor itu ialah Rp 401,18 miliar.

Tiga belas obligor itu dipanggil atas nama Thee Ning Khong, The Kwen Le, PT Jakarta Kyoei Steel Works L.td Tbk, PT Jakarta Steel Megah Utama, PT Jakarta Steel Perdana Industry, dan PT Usaha Mediatronika Nusantara. Obligor atas nama Thee Ning Khong datang diwakili anaknya.

“Obligor atau debitur atas nama Thee Ning Khong diwakili putranya, jumlah utang Rp 90.667.982.747,” tutur Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Tri Wahyuningsih Retno Mulyani dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 September.

Adapun sisanya tercatat memenuhi panggilan. Secara rinci, Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang untuk obligor atas nama The Kwen Le senilai Rp 63.235.642.484.

Kemudian penagihan utang untuk obligor atas nama PT Jakarta Kyoei Steel Works L.td Tbk sebanyak Rp 86.347.894.759; obligor PT Jakarta Steel Megah Utama Rp 69.080.367.807; obligor PT Jakarta Steel Perdana Industry Rp 69.337.196.123; dan obligor PT Usaha Mediatronika Nusantara senilai Rp 22.677.129.206.

Baca berita selengkapnya di sini.






Sertifikasi Tujuh Aset Properti Eks BPPN, Satgas BLBI Ganti Hak Kepemilikan ke Pemerintah

8 jam lalu

Sertifikasi Tujuh Aset Properti Eks BPPN, Satgas BLBI Ganti Hak Kepemilikan ke Pemerintah

Satgas BLBI melakukan sertifikasi aset properti eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)/eks BLBI.


Satgas BLBI Alih Nama 7 Aset Properti Eks BPPN jadi Milik Pemerintah

1 hari lalu

Satgas BLBI Alih Nama 7 Aset Properti Eks BPPN jadi Milik Pemerintah

Sertifikasi aset dilakukan untuk mengamankan aset negara dari aset properti eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) atau eks BLBI.


Kala Wamen BUMN Sebut Utang Pertamina Hulu Energi Rp 70,2 T dan Rencana IPO Tahun Depan

1 hari lalu

Kala Wamen BUMN Sebut Utang Pertamina Hulu Energi Rp 70,2 T dan Rencana IPO Tahun Depan

Pahala N. Mansury menjelaskan kondisi pendanaan di salah satu anak usaha BUMN, PT Pertamina Hulu Energi (PHE).


4 Anak Usaha BUMN IPO Tahun Depan, Ini Porsi Saham yang Akan Dilepas ke Publik

2 hari lalu

4 Anak Usaha BUMN IPO Tahun Depan, Ini Porsi Saham yang Akan Dilepas ke Publik

Empat anak usaha perusahaan pelat merah bakal IPO pada 2023, mulai Pertamina Geothermal hingga Palm Co.


4 Anak Usaha BUMN Segera IPO pada 2023, dari PGE hingga Palm Co

2 hari lalu

4 Anak Usaha BUMN Segera IPO pada 2023, dari PGE hingga Palm Co

Akan ada empat anak usaha BUMN yang bakal melaksanakan IPO pada 2023.


Pemerintah Targetkan IPO Pertamina Geothermal Energy pada Triwulan I 2023

2 hari lalu

Pemerintah Targetkan IPO Pertamina Geothermal Energy pada Triwulan I 2023

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bakal melakukan Initiap Public Offering (IPO) perusahaan energi panas bumi Pertamina Geothermal Energy.


Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

5 hari lalu

Bank Dunia Cemaskan Kenaikan Utang Negara Kaya dan Gagal Bayar Negara Miskin

Bank Dunia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ketidakmampuan global dalam mengelola utang gagal bayar.


Saham GOTO Marak Diobral di Pasar Negosiasi Rp 3,25 Triliun, Begini Penjelasan BEI

6 hari lalu

Saham GOTO Marak Diobral di Pasar Negosiasi Rp 3,25 Triliun, Begini Penjelasan BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) blak-blakan menjelaskan pemicu saham GOTO marak ditransaksikan di pasar negosiasi.


21 Negara Uni Eropa Tertarik Investasi di IKN Mulai dari Italia, Polandia, Belgia, ..

6 hari lalu

21 Negara Uni Eropa Tertarik Investasi di IKN Mulai dari Italia, Polandia, Belgia, ..

Ketertarikan tersebut terlihat dari hasil pertemuan Otorita IKN dengan perwakilan dari 21 negara Uni Eropa sebelumnya.


Analis Ungkap Prospek Bisnis Cinema XXI yang Bakal IPO Tahun Depan

6 hari lalu

Analis Ungkap Prospek Bisnis Cinema XXI yang Bakal IPO Tahun Depan

Analis Trimegah Sekuritas Rovandi menanggapi kabar operator bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya, bakal IPO tahun depan.