Australia, AS, Inggris Buat AUKUS, Mendag: Saya Coba Pisahkan Politik dan Dagang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan Republik Indonesia dalam sebuah acara seminar online pada Sabtu, 24 Juli 2021 waktu Filipina. Sumber: dokumen KBRI Manila

    Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan Republik Indonesia dalam sebuah acara seminar online pada Sabtu, 24 Juli 2021 waktu Filipina. Sumber: dokumen KBRI Manila

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut aliansi militer bernama AUKUS yang baru disepakati Amerika Serikat, Australia, dan Inggris bisa berdampak bagi perdagangan Indonesia. Untuk itu, Mendag mencoba mengajak negara di kawasan untuk memisahkan urusan perdagangan dari persoalan politik antar negara yang terlibat ini.

    "Saya mencoba memecah antara kepentingan politik ini dengan kepentingan dagang," kata Lutfi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 17 September 2021.

    Kemarin, Australia, Amerika Serikat, dan Inggris resmi mengumumkan aliansi terbaru mereka tersebut di kawasan Indo-Pasifik. Lewat kesepakatan ini, Australia bakal membangun delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan bantuan Amerika.

    Australia pun menjadi negara kedua setelah Inggris pada 1958 yang diberi akses ke teknologi nuklir AS untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir. Rencana ini pun dikecam Cina, yang sedang berkonfrontasi dengan Australia.

    Lutfi menyebut dampak bagi Indonesia bisa terjadi kalau tidak ada dialog antar negara-negara yang terlibat maupun memiliki perhatian dalam aliansi ini. Sebab, aliansi ini dibangun di kawasan Indo-Pasifik, di mana Indonesia berada di dalamnya.

    Untuk itu secara politik, tugas Indonesia adalah memastikan adanya dialog tersebut. "Kalau tidak ada dialog, maka akan terjadi kesalahpahaman, yang menjadi resep utama terjadinya peperangan," kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.