IHSG Menguat ke 6.133, Samuel Sekuritas Soroti Saham Bank Neo Commerce

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau di sesi terakhir perdagangan pekan ini, Jumat, 17 September 2021. Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia mencatat IHSG ditutup di level 6.133, menguat 0,38 persen dari penutupan Kamis kemarin di 6.109,9.

    Salah satu yang jadi perhatian tim analis adalah saham Bank Neo Commerce (BBYB). Emiten ini belakangan naik daun pasca masuknya fintech Akulaku menjadi salah satu investor.

    "BBYB menunjukkan gerakan yang cukup positif di sesi kedua hari ini," kata tim analis Samuel Sekuritas dalam keterangan tertulis. Setelah cenderung naik turun di sesi pertama, BYB berhasil menutup sesi di titik Rp 1.570 per saham (+5,7 persen).

    Tim analis juga mengabarkan bahwa BBYB agar menggelar RUPSLB pada Senin depan, 20 September 2021. "Agendanya adalah permintaan persetujuan pemegang saham terkait pengambilalihan BBYB oleh Akulaku," kata tim analis.

    Secara umum, sebanyak 224 saham menguat, 303 saham melemah, dan 152 saham stagnan pada akhir sesi perdagangan hari ini. Lalu, nilai transaksi mencapai Rp16,1 triliun.

    Di akhir sesi kedua hari ini, tercatat angka beli bersih asing di pasar reguler mencapai Rp 613,6 miliar. Sementara itu, di pasar negosiasi tercatat angka jual bersih asing sebesar Rp 51,9 miliar.

    Tim analis Samuel Sekuritas juga mencatat saham dengan nilai net buy asing tertinggi di pasar reguler: AGRO (Rp 130,6 miliar), ARTO (Rp 99,2 miliar), dan TLKM (Rp 84 miliar). Sementara, saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler: UNTR (Rp 52,4 miliar), PGAS (Rp 47,4 miliar), dan ADRO (Rp 34,8 miliar).

    Selanjutnya, saham emiten bank digital Bank Jago (ARTO) menjadi saham yang menyumbang poin terbanyak bagi IHSG hari ini (top leading mover) dengan sumbangan 12,91 poin. Lalu diikuti saham DCII (+8,86) dan TLKM (+7,99).

    Sementara itu, saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham yang mengurangi poin IHSG paling banyak hari ini (top lagging mover), mengurangi -4,13 poin. Lalu disusul UNTR (-3,84) dan BBRI (-3,74).

    Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi yang melemah paling dalam pada Kamis kemarin. Tapi hari ini berbalik menjadi yang menguat paling tinggi (+2,9 persen). Berikutnya disusul oleh indeks sektor transportasi (IDXTRANS) (+2,3 persen) dan sektor infrastruktur (IDXINFRA) (+1,1 persen).

    Sementara itu, indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks sektoral yang melemah (-1,1 persen). Tim analis menyebut ini terjadi seiring dengan melemahnya saham sejumlah emiten batubara akibat melemahnya harga batubara di pasar global. Di antaranya ADRO (-3,9 persen), PTBA (-3,7 persen) dan INDY (-2,8 persen).

    Top Gainer
    SWAT (+34,4 persen ke Rp 121 per saham)
    SQMI (+34,3 persen ke Rp 137 per saham)
    TEBE (+25 persen ke Rp 775 per saham)
    UFOE (+25 persen ke Rp 1.225 per saham)
    YPAS (+24,4 persen ke Rp 535 per saham)

    Top Loser
    WAPO (-7 persen ke Rp 93 per saham)
    MLIA (-6,9 persen ke Rp 1.335 per saham)
    JMAS (-6,9 persen ke Rp 175 per saham)
    OILS (-6,9 persen ke Rp 432 per saham)
    RELI (-6,8 persen ke Rp 434 per saham)

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

    Baca: Ratusan Juta Dana Nasabah BTPN Jenius Raib, Ini 3 Cara Agar Tak Menimpa Anda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.