Eks Bos Bank Dunia Diduga Tekan Staf untuk Naikkan Peringkat Cina

Reporter

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada konferensi pers pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank World Bank's 2019 Annual Fall Meetings di Washington, AS, 17 Oktober 2019. [REUTERS / Mike Theiler]


Di tengah tekanan dari manajemen atas, staf mengubah beberapa data input sehingga meningkatkan peringkat Cina pada 2018 sebanyak tujuh peringkat menjadi 78 - sama seperti tahun sebelumnya.

Hal ini terungkap penyelidikan yang menganalisis 80 ribu dokumen dan mewawancarai lebih dari tiga lusin karyawan yang masih menjabat dan yang telah tidak lagi menjabat.

Georgieva mengecam seorang pejabat senior Bank Dunia karena salah menangani hubungan Bank Dunia dengan Cina dan gagal menghargai pentingnya laporan Kemudahan Berbisnis bagi negara.

Setelah perubahan dibuat, dia berterima kasih padanya karena melakukan bagiannya untuk multilateralisme, menurut laporan penyelidikan tersebut.

Georgieva kemudian mengunjungi rumah manajer yang bertanggung jawab atas laporan tersebut untuk mengambil salinannya, dan berterima kasih kepada mereka karena telah membantu menyelesaikan masalah.

Paul Romer, pemenang Hadiah Nobel yang menjabat sebagai kepala ekonom Bank Dunia pada saat itu, mengundurkan diri pada Januari 2018 setelah memberi tahu seorang reporter bahwa metodologi untuk pemeringkatan telah diubah sedemikian rupa sehingga dapat memberi kesan pertimbangan politik memengaruhi hasil.

Pada saat itu, Bank Dunia dengan keras menyangkal adanya pengaruh politik atas peringkat tersebut. Investigasi juga menemukan perubahan yang tidak tepat dalam laporan Ease of Doing Business 2020 yang memengaruhi peringkat Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Azerbaijan.






Korea Selatan Pertimbangkan Cabut Pembatasan Visa untuk Pelancong Cina

4 menit lalu

Korea Selatan Pertimbangkan Cabut Pembatasan Visa untuk Pelancong Cina

Korea Selatan telah menangguhkan pemberian visa jangka pendek kepada pengunjung Cina sejak awal Januari.


2 Tahun Kudeta, AS dan Sekutu Tambah Sanksi ke Junta Militer Myanmar

30 menit lalu

2 Tahun Kudeta, AS dan Sekutu Tambah Sanksi ke Junta Militer Myanmar

Ini menandai pertama kalinya Amerika Serikat menargetkan pejabat Perusahaan Minyak dan Gas Myanmar


Lagi, AS Siapkan Paket Bantuan Senjata dan Amunisi Rp 30 T untuk Ukraina

43 menit lalu

Lagi, AS Siapkan Paket Bantuan Senjata dan Amunisi Rp 30 T untuk Ukraina

Ukraina akan mendapat bantuan senjata dari Amerika Serikat senilai Rp 30 trililun. Apa saja isi paketnya?


Nilai Mata Uang Lebanon Didevaluasi 90 Persen

1 jam lalu

Nilai Mata Uang Lebanon Didevaluasi 90 Persen

Penetapan itu menandai devaluasi 90 persen dari nilai resmi saat ini yang tidak berubah selama 25 tahun di Lebanon.


Harga Minyak Dunia Masih Akan Melemah Hari Ini, Analis: Bisa Turun ke USD 73,8

2 jam lalu

Harga Minyak Dunia Masih Akan Melemah Hari Ini, Analis: Bisa Turun ke USD 73,8

Harga minyak dunia pada hari ini diperkirakan masih akan melemah di kisaran US$ 73,8 hingga US$ 79 per barel.


Begini Amerika Serikat Segera Setop Pemberian Persetujuan Ekspor ke Huawei

5 jam lalu

Begini Amerika Serikat Segera Setop Pemberian Persetujuan Ekspor ke Huawei

China menentang Amerika Serikat yang menyalahgunakan alasan keamanan nasional untuk menekan perusahaan China, seperti Huawei secara tidak wajar.


IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

15 jam lalu

IMF Memproyeksikan GDP Rusia Tumbuh 0,3 Persen

IMF memperkirakan GDP Rusia akan tumbuh sebanyak 0,3 persen pada tahun ini dan 2,1 persen pada 2024.


Diselidiki di Brasil, Bolsonaro Mencari Izin Tinggal Enam Bulan di AS

19 jam lalu

Diselidiki di Brasil, Bolsonaro Mencari Izin Tinggal Enam Bulan di AS

Mantan presiden Brasil Jair Bolsonaro masuk ke AS dengan visa kunjungan pemimpin dunia yang berakhir pada Selasa 31 Januari 2023


Jasad Turis Arab Saudi yang Hilang di AS Ditemukan di Danau

20 jam lalu

Jasad Turis Arab Saudi yang Hilang di AS Ditemukan di Danau

Jasad turis Arab Saudi yang hilang, Abdulrahman Al-Anazi, ditemukan pada Senin pagi di Danau Erie di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat


Penembakan Massal di Florida AS, 4 Pelaku Tembaki Korban dari Dalam Mobil

20 jam lalu

Penembakan Massal di Florida AS, 4 Pelaku Tembaki Korban dari Dalam Mobil

Empat pelaku penembakan massal d Florida, menembaki korban dari mobil yang melaju cepat.