Erick Thohir Banggakan Restrukturisasi Pertamina: Hulu Migas Untung USD 1 Miliar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama mendengarkan penjelasan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat meninjau ke kawasan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, Sabtu, 21 Desember 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai PT Pertamina (Persero) sukses melakukan restrukturisasi. Hal ini terbukti dari kinerja perusahaan tersebut yang kini menjadi lebih baik.

    “Transformasi yang dilakukan Kementerian BUMN terus terjadi, hasilnya sudah terlihat," ujar Erick, dalam Launching Produk Bersama Warung Pangan yang dipantau secara daring dari Jakarta, Kamis, 16 September 2021.

    Erick menjelaskan, setelah konsolidasi dilakukan, subholding Pertamina sudah mulai terlihat menghasilkan dengan baik. Sebagai contoh, Pertamina berhasil menemukan sumber migas baru hingga 204 juta barel setelah melakukan konsolidasi.

    Kinerja positif pun ikut terlihat dari sejumlah subholding yang dibentuknya. “Misal selama ini kita kekurangan sumber penemuan gas dan minyak. Setelah dikonsolidasi, kami dapat temuan baru 204 juta barel, dan yang terpenting hulu migas sekarang untung US$ 1 miliar, jauh di atas target,” kata Erick.

    Bukan hanya itu, kinerja Subholding Refinery and Petrochemical pun mencatatkan laba sebesar US$ 322 juta pada semester I tahun 2021. “Petrochemical yang tadinya menjadi beban, sekarang bisa untung US$ 322 juta,” ucapnya.

    Sejumlah keberhasilan itu, menurut dia, bisa dicapai melalui transformasi yang dilakukan Kementerian BUMN kepada Pertamina. Selain itu, efisiensi di PTPN Group yang awalnya ditentang, tapi kini justru mencatatkan pendapatan hingga Rp 23 triliun dengan pertumbuhan 19 persen.

    “Ini juga terjadi di banyak holding-holding yang kami lakukan. Kami tidak mengenal super holding, tapi kami holding klasterisasi yang menjadi supply chain harus terjadi,” tuturnya.

    Lebih jauh, ia berharap agar transformasi yang sukses di Pertamina bisa terjadi sektor pangan. Dengan demikian, kemandirian pangan bisa terwujud.

    “Transformasi yang ada di pangan harus jadi keharusan. Kita harus bisa menyeimbangkan berapa produksi dalam negeri, berapa impor. Sejak awal saya bersama Mendag mendorong agar ada ekuilibrium ekosistem baru,” kata Erick Thohir.

    BISNIS

    Baca: Bappenas Buka 2 Lowongan Kerja, Gaji Berkisar Rp 22 - 30 Juta per Bulan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.