Arifin Tasrif Sebut Butuh 100 SPBU per Tahun Penuhi Target BBM Satu Harga

Reporter

Petugas mengisi Premium ke tangki sepeda motor di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018. Kenaikan harga minyak dunia menyebabkan Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, Pertamax, menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non-PSO Rp 9.800 per liter. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan untuk mewujudkan target sebanyak 583 SPBU penyalur bahan bakar minyak (BBM) satu harga hingga 2024 dibutuhkan tambahan sekitar 100 lokasi SPBU penyalur per tahun.

"Jadi masih diperlukan 80 hingga 100 titik per tahun, ini perlu upaya keras dan tentunya dengan tantangan penyaluran yang tidak mudah ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T)," kata Arifin Tasrif di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 16 September 2021.

Hal itu dikatakan Arifin dalam peresmian secara serentak 17 titik BBM satu harga yang dipusatkan di SPBU 56.83515, Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, NTB.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Erika Retnowati, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Mulyono, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution, dan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah.

Menurut Arifin, tantangan untuk mewujudkan energi berkeadilan tersebut masih cukup besar.

"Tapi itu harus dilakukan karena ini adalah niat dan tugas mulia, bagaimana masyarakat di wilayah 3T dapat menikmati kesetaraan dan BBM berkualitas dengan harga terjangkau. Ini adalah wujud sila ke-5 Pancasila," ujarnya.

Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan sesuai amanat dalam perundang-undangan, pihaknya mempunyai tugas untuk melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian BBM serta pengangkutan gas bumi di seluruh wilayah Indonesia.

BPH Migas juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan dan menjamin penyaluran energi terutama ketersediaan BBM yang terjangkau di seluruh pelosok negeri.

Ia menyebutkan roadmap hingga tahun 2024 adalah terealisasinya 583 lembaga penyalur BBM satu harga.

Pada Juni 2021, serentak 27 titik BBM satu harga diresmikan di Pontianak. Kali ini diresmikan kembali 17 titik lembaga penyalur, sehingga total sudah 44 titik BBM satu harga terbangun dari target 76 penyalur pada 2021.

Sebanyak 17 titik BBM satu harga yang diresmikan, antara lain berada di Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dua di Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, tujuh di Kalimantan Barat, Papua Barat, dan dua di Papua.

Total jumlah lembaga penyalur BBM satu harga yang telah resmi beroperasi sebanyak 293 SPBU yang dikelola Pertamina. Semuanya tersebar di 112 kabupaten di Indonesia, 62 kabupaten di antaranya di wilayah 3T."Kami harap Pertamina untuk dapat mengakselerasi pembangunan lembaga penyalur BBM satu harga sehingga target kita bersama dapat tercapai," kata Erika.

Baca Juga: Potensi Hemat Rp 4 M Per Tahun, Pertamina Targetkan 5.000 SPBU Pasang PLTS Atap






Harga BBM Revvo 92 di SPBU Vivo Turun Jadi Rp 14.000, Beda Tipis dengan Pertamax

19 jam lalu

Harga BBM Revvo 92 di SPBU Vivo Turun Jadi Rp 14.000, Beda Tipis dengan Pertamax

Harga BBM dua produk Vivo turun di SPBNU mulai 5 Desember 2022, yakni Revvo 90 dan Revvo 92. Saingan Pertamax dan Pertalite


Dwi Soetjipto Kembali Dilantik Jadi Kepala SKK Migas

21 jam lalu

Dwi Soetjipto Kembali Dilantik Jadi Kepala SKK Migas

Dwi Soetjipto didapuk sebagai bos SKK Migas periode 2022-2026 setelah sebelumnya menjabat pada 2018-2022.


Shell Ungkap Alasan Harga BBM SPBU Swasta Lebih Mahal dari Pertamina

1 hari lalu

Shell Ungkap Alasan Harga BBM SPBU Swasta Lebih Mahal dari Pertamina

Shell Indonesia mengungkapkan alasan harga BBM (bahan bakar minyak) SPBU swasta lebih mahal dari Pertamina. Kira-kira apa penyebabnya?


Gencarkan Penggunaan Kendaraan Listrik, Menteri ESDM Fokuskan Pembenahan Sektor Hulu

1 hari lalu

Gencarkan Penggunaan Kendaraan Listrik, Menteri ESDM Fokuskan Pembenahan Sektor Hulu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik.


Harga BBM NonSubsidi di SPBU Swasta Lebih Mahal, Shell Jelaskan Sebabnya

1 hari lalu

Harga BBM NonSubsidi di SPBU Swasta Lebih Mahal, Shell Jelaskan Sebabnya

Sejumlah SPBU, termasuk swasta, menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai awal Desember 2022.


Bapeten Sebut Pemerintah Targetkan PLTN Terealisasi pada 2039 Dukung Net Zero Emission

2 hari lalu

Bapeten Sebut Pemerintah Targetkan PLTN Terealisasi pada 2039 Dukung Net Zero Emission

Bapeten telah menyiapkan regulasi infrastruktur penyelamatan nuklir mulai dari lokasi pembangunan PLTN yang harus memenuhi syarat.


Cerita Supir Truk Bingung Pakai HP Jadul Saat Pertamina Jual Solar Subsidi dengan QR Code

3 hari lalu

Cerita Supir Truk Bingung Pakai HP Jadul Saat Pertamina Jual Solar Subsidi dengan QR Code

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan 1 Desember 2022 mulai melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar dengan QR Code


Harga Batu Bara Acuan Anjlok ke 281,48 USD Per Ton, Pemicunya?

3 hari lalu

Harga Batu Bara Acuan Anjlok ke 281,48 USD Per Ton, Pemicunya?

Harga Batu Bara Acuan (HBA) pada Desember 2022 menurun 8,67 persen atau 26,72 USD per ton. Harga yang semula di angka 308,2 USD per ton pada November 2022, kini menjadi 281,48 USD per ton.


Kemenkeu Bakal Berdiskusi dengan ESDM Ihwal Pengadaan Rice Cooker Gratis

3 hari lalu

Kemenkeu Bakal Berdiskusi dengan ESDM Ihwal Pengadaan Rice Cooker Gratis

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal mengajak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdiskusi soal rencana pembagian rice cooker untuk masyarakat.


Komunitas Mobil Ayla Sebut Pertamax Lebih Irit dari Pertalite, Ini Buktinya

3 hari lalu

Komunitas Mobil Ayla Sebut Pertamax Lebih Irit dari Pertalite, Ini Buktinya

Komunitas mobil Ayla menyebut penggunaan Pertamax, membuat kendaraan lebih irit ketimbang jenis BBM dengan oktan lebih rendah, seperti Pertalite.