Pesawat Rimbun Air Jatuh, Kemenhub Bantu KNKT Investigasi Penyebab Kecelakaan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Rimbun Air.

    Pesawat Rimbun Air.

    JTEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan akan membantu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi penyebab kecelakaan pesawat kargo Rimbun Air. Direktur Jenderal Novie Riyanto mengatakan investigasi akan dilaksanakan setelah KNKT menemukan kotak hitam atau black box yang berisi rekaman penerbangan.

    “Kami bekerja sama dengan KNKT, data apa yang mereka perlukan akan kami bantu. Data itu kami kasih ke KNKT. Kemudian mereka akan download CVR (cockpit voice recorder) dan FDR (flight data recorder), mereka akan analisis,” ujar Novie saat dihubungi Tempo, Rabu, 15 September 2021.

    Pesawat Rimbun Air seri twin other 200 PK-OTW yang mengangkut bahan bangunan dari Nabire menuju Intan Jaya sebelumnya dinyatakan hilang. Pesawat lepas kontak setelah 57 menit lepas landas. Pesawat terbang dari Nabire pukul 06.40 WIT.

    Pesawat pun ditemukan oleh warga di Bukit Kampung Bilogai Distrik Sugapa sekitar pukul 11.00 WIT di ketinggian 2.400 meter dengan koordinat 7219979585751. Dalam laporan petugas yang beredar, pesawat berada di hutan dalam.

    Novie enggan menjelaskan kondisi pesawat. Ia mengatakan informasi itu menjadi tugas, pokok, dan fungsi atau tupoksi Basarnas. “Kami wajib koordinasi dengan Basarnas. Basarnas akan mencari mengidentifikasi tempatnya di mana. Jadi itu tupoksi di Basarnas,” tutur Novie.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan tim gabungan TNI-Polri dan pemuda gereja setempat telah bergegas menuju lokasi pesawat jatuh untuk mengevakuasi korban. Pesawat itu membawa tiga orang kru. KetIganya adalah Mirza selaku pilot, Fajar sebagai co-pilot, dan Iswahyudi selaku teknisi.

    Kamal mengatakan cuaca tidak cerah pada saat kejadian pesawat hilang kontak. Karena itu, diperkirakan, landasan tak terlihat jelas ketika pilot akan mendaratkan pesawat.

    "Karena jatuhnya pesawat ini tidak terlalu jauh dengan bandara. Mudah-mudahan dua sampai tiga jam ke depan, tim sudah dapat melakukan evakuasi," kata Kamal.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | ANDITA RAHMA

    Baca: Evakuasi Rimbun Air di Papua, Tim SAR Gabungan Diberangkatkan Lewat Jalur Darat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.