Pengusaha Berharap Holding BUMN Ultra Mikro Jadi Tumpuan Permodalan UMKM

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penandatanganan Akta Inbreng Holding BUMN Ultra Mikro secara daring di Jakarta, Senin, 13 September 2021. Dok. BRI

    Penandatanganan Akta Inbreng Holding BUMN Ultra Mikro secara daring di Jakarta, Senin, 13 September 2021. Dok. BRI

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyambut baik pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro. Menurut dia, adanya Lembaga keuangan baru ini memberikan secercah harapan dan dapat menjadi tumpuan para pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan permodalan.

    "Dengan adanya Holding Ultra Mikro ini akan mempercepat bangkitnya UMKM dimasa pandemi dan akan mempercepat UMKM naik kelas sebagaimana yang menjadi harapan bapak Presiden Joko Widodo," ujar Sarman dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 September 2021.

    Sarman mengatakan kekuatan tiga lembaga Keuangan, yaitu BRI, Pegadaian, dan PNM akan saling melengkapi memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultra mikro. Dengan demikian, UMKM di Indonesia yang jumlahnya mencapai 60 juta pelaku usaha dapat bangkit dan menggerakkan ekonomi akar rumput.

    Harapannya, hal tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. "Jika UMKM sudah mulai bergeliat tentu akan mampu menyediakan lapangan pekerjaan karena memang selama ini sektor UMKM menyerap hampir 97 persen dari dari total angkatan kerja, sisanya 3 persen dari sector korporasi," kata dia.

    Kehadiran Lembaga ini, tutur Sarman, menjawab kesenjangan yang selama ini dirasakan pelaku UMKM. Para pelaku usaha UMKM selama ini sangat sulit mendapatkan pinjaman modal terlebih dengan persyaratan yang tidak mampu dipenuhi mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.