Jokowi: Era Kejayaan Komoditas Bahan Mentah Sudah Berakhir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat peresmian jalan tol Kelapa Gading - Pulo Gebang di Jakarta, Senin, 23 Agustus 2021. Jokowi meresmikan salah satu segmen dari proyek enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta, yakni Kelapa Gading - Pulo Gebang. ANTARA/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

    Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat peresmian jalan tol Kelapa Gading - Pulo Gebang di Jakarta, Senin, 23 Agustus 2021. Jokowi meresmikan salah satu segmen dari proyek enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta, yakni Kelapa Gading - Pulo Gebang. ANTARA/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo alias Jokowi ingin Indonesia keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah. Ia mendorong pertumbuhan industri hilirisasi untuk meningkatkan komoditas bahan baku menjadi barang jadi.

    “Era kejayaan komoditas bahan mentah sudah berakhir. Kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi dengan berbasis pengembangan inovasi teknologi,” ujar Jokowi dalam acara seremoni peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 15 September 2021.

    Selama ini Indonesia lebih banyak mengeksor bahan baku ketimbang hasil produksi jadi. Jokowi menyebut Indonesia harus segera mempercepat langkah untuk merevitalisasi industri pengolahan. Produk-produk hasil pengolahan yang dipasarkan ke luar negeri akan meningkatkan nilai tambah komoditas bahan baku asal Tanah Air.

    Ia mencontohkan bahan baku berupa bijih nikel. Sebagai salah satu negara yang memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia, Indonesia berpotensi menjadi produsen utama bagi berbagai produk, seperti baterai sel mobil listrik sampai mobil listrik.

    Jokowi melihat, jika industrialisasi bahan baku digarap dengan pengelolaan manajemen yang baik, dalam 3-4 tahun Indonesia akan menjadi pengekspor utama produk-produk barang jadi berbasis nikel.

    “Industrialisasi ini akan meningkatkan nilai tambah komiditas bijih nikel 6-7 kali lipat kalau jadi sel baterai. Kalau jadi mobil listrik nilai tambah bertambah 11 kali lipat,” ujar Jokowi.

    Selain mendongkrak nilai tambah kompditas, hilirisisasi pengelolaan bahan mentah akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Jokowi mengatakan Indonesia telah berkomitmen memberikan kemudahan izin dan kepastian hukum bagi para investor.

    “Pemerintah terbuka atas berbagai inisiatif kerja sama dengan negara sahabat,” ujar Jokowi.

    BACA: Ombudsman Susun Rekomendasi soal TWK, Segera Diserahkan ke Jokowi

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.