50 Persen Hotel di Bali Masih Tutup, Okupansi Mendekati Nol Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerj membersihkan fasilitas di kawasan Pantai Melasti, Badung, Bali, Selasa, 14 September 2021. Pemerintah menurunkan PPKM dari PPKM Level 4 menjadi PPKM Level 3 di seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali selama perpanjangan PPKM hingga 20 September 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    Pekerj membersihkan fasilitas di kawasan Pantai Melasti, Badung, Bali, Selasa, 14 September 2021. Pemerintah menurunkan PPKM dari PPKM Level 4 menjadi PPKM Level 3 di seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bali selama perpanjangan PPKM hingga 20 September 2021. ANTARA/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya berujar, pelonggaran PPKM belum berhasil mendongkrak okupansi hotel di Pulau Dewata. Ia menyebut jumlah kunjungan tamu per hari yang sebanyak 4.000 orang tak sebanding dengan total kamar hotel di Bali.

    “Jumlah wisatawan domestik datang per hari hanya 3.500-4.000. Ini belum signifikan berpengaruh dibandingkan total kamar yang mencapai 146 ribu lebih. Jadi ekornya saja belum terisi,” ujar Rai saat dihubungi Tempo pada Rabu, 15 September 2021.

    Rai menjelaskan, rata-rata okupansi hotel masih di bawah 7 persen bahkan mendekati nol persen. Persebaran turis pun belum merata sehingga terdapat daerah yang masih sangat sepi, seperti Kuta dan Ubud.

    PHRI Bali menyatakan sebanyak 50 persen hotel di Pulau Dewata masih memilih tutup. Musababnya, untuk mencapai titik impas atau break even point, tingkat okupansi hotel harus menyentuh 40 persen. Bila hotel beroperasi dengan tingkat hunian minim, pengelola tidak dapat memenuhi biaya produksi.

    Rai mengimbuhkan okupansi hotel di Bali juga sangat bergantung pada kondisi pembatasan kegiatan masyarakat di Pulau Jawa. Selama ini, kata Rai, kontribusi terbesar bagi kunjungan turis domestik berasal dari kota-kota metropolitan di Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.

    “Jadi kami harapkan pemerintah konsisten terhadap penetapan syarat penumpang angkutan udara, kalau sudah vaksin dua kali bisa menunjukkan swab Antigen tidak perlu PCR. Itu memudahkan wisatawan domestik yang akan datang ke Bali,” ujarnya.

    Pemerintah sebelumnya mengumumkan status PPKM Bali turun ke level 3 mulai 14 September 2021. Penurunan status pembatasan kegiatan masyarakat ini mengacu pada berbagai indikator sebagai hasil evaluasi atas penanganan Covid-19.

    BACA: Tetap Optimis pada Pariwisata di Masa Pandemi, The Standard Buka Hotel Baru

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.