Masuk Supermarket Kini Wajib Pakai PeduliLindungi, Simak Caranya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga mengakses aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 14 Januari 2021. ANTARA/Zabur Karuru.

    Seorang warga mengakses aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 14 Januari 2021. ANTARA/Zabur Karuru.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kini mewajibkan supermarket dan hypermarket untuk menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi selama periode pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Aturan tersebut mulai berlaku Selasa, 14 September 2021.

    Aturan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 42/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

    Bunyi aturan tersebut adalah: "Untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi mulai tanggal 14 September 2021," tulis Inmendagri No 42/2021 seperti dikutip, Selasa, 14 September 2021.

    Hal tersebut menandakan bahwa pengunjung supermarket dan hypermarket perlu melakukan screening dan check-in sebelum memasuki area perbelanjaan. Namun, penerapan aturan ini tidak berlaku bagi pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang juga menjual kebutuhan sehari-hari.

    Sedangkan pembatasan jam operasional disamaratakan yaitu hingga pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen di wilayah daerah PPKM Level 4 dan 3 serta 75 persen untuk daerah PPKM Level 2.

    Berikut cara memindai kode QR (QR Code) di aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk supermarket dan hypermarket:

    1. Pastikan aplikasi PeduliLindungi telah terunduh pada gadget

    2. Akan disediakan kode QR didepan pintu masuk yang perlu dipindai melalui aplikasi PeduliLindungi

    3. Setelah selesai memindai, akan ada warna yang keluar dari aplikasi (hijau/kuning/merah/hitam)

    4. Dari warna yang keluar tersebut, petugas akan menentukan apakah penumpang dapat masuk/tidak Penggunaan aplikasi PeduliLindungi telah menjadi aplikasi pelacak Covid-19 digital resmi di Indonesia, yang telah digunakan sebagai sarana proses pengecekan di tempat publik karena terhubung dengan aplikasi New All Record (NAR) atau merupakan mahadata milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

    Menurut Direktur Digital Business at Telkom Indonesia, Muhammad Fajrin Rasyid, hadirnya penerapan PeduliLindungi di tempat publik dapat membantu mengetahui masyarakat yang masuk ke tempat tersebut sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

    "Berdasarkan integrasi dengan mahadata dari aplikasi NAR, PeduliLindungi dapat mengetahui masyarakat yang masuk ke tempet yang dimaksudkan sesuai dengan kriteria yang diterapkan oleh Kemenkes, yaitu hijau, kuning, merah, dan hitam," jelasnya mengutip pada bisnis.com (14/9/2021).

    Status kesehatan pada Aplikasi PeduliLindungi telah melakukan penambahan warna yaitu hitam, yang berarti pengguna aplikasi terkonfirmasi positif Covid-19 atau memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19.

    Baca juga: Mulai 14 September, ke Supermarket Perlu Aplikasi PeduliLindungi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.