Dirut BRI: BRI Group Penyedia Jasa Keuangan Terintegrasi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo BRI Liga 1 2021-2022. (Antara/Tempo)

    Logo BRI Liga 1 2021-2022. (Antara/Tempo)

    INFO BISNIS – BRI Group yang terdiri dari BRI sebagai induk, dan tujuh perusahaan anak yakni BRI Agro, BRI Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Ventures dan BRI Insurance telah mencanangkan visi untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in South East Asia& Champion of Financial Inclusion.

    Perseroan telah melakukan transformasi Brivolution 1.0 sejak 2016 dengan visi “The Most Valuable Bank in Southeast Asia and Home to The Best Talent”, namun seiring dengan pandemi maka dilakukan transformasi BRIvolution 2.0.

    “Maka kemudian kami lakukanlah evaluasi terhadap BRIVolution 1.0 itu, kemudian kita ciptakan transformasi lanjutannya, yaitu transformasi 2.0 yang pemicunya adalah tantangan-tantangan yang disebabkan dampak dari pandemi. Maka kemudian visi kami sesuaikan menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso pada acara dalam CEO Talk yang diselenggarakan BRI Corporate University 3 September lalu. Tema diskusi Establishing an Ultra Micro Ecosystem: New Driver to Grow Sustainably, to be a Champion of Financial Inclusion.

    Sesuai visi tersebut, maka fokus pertumbuhan tidak hanya pada BRI secara bank only namun juga termasuk perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group. BRI Group bertransformasi menjadi penyedia jasa keuangan yang terintegrasi.

    “Maka kemudian kami ingin punya perusahaan anak yang merepresentasikan kelengkapan jasa dan produk-produk industri keuangan yang dibutuhkan asyarakat. Maka bank kami punya, syariah kami punya yang akhirnya dikonsolidasikan, diintegrasikan menjadi BSI. Kemudian life insurance kami punya, general insurance kami punya, sekuritas kami punya, investment company kami punya. Menurut saya sekarang kami sudah punya kelengkapan pabrik dari jasa-jasa keuangan. Dan inilah grup yang kami  harapkan,” kata Sunarso.

    Perusahaan anak BRI nantinya akan difokuskan pada dua fungsi, yakni mendiversifikasi income, dan perusahaan anak juga harus mampu sebagai alat untuk melakukan spreading risk.

    “Dari sisi risiko, kalau kami taruh di satu perusahaan ternyata risikonya terlalu terkonsentrasi maka kami bisa pecah di perusahaan lain dengan bentuk-bentuk produk yang lain. Misalnya pembiayaan tidak harus melalui loan atau kredit, tapi kami tetap bisa melakukan pembiayaan-pembiayaan dengan format atau produk yang lain, misalnya dengan instrument lain. Kemudian instrument itu karena setiap saat kami bisa jual, kami pegang risiko dalam jangka pendek tapi perputarannya cepat. Mungkin marginnya tipis tapi sering bisa kami turn over. Itu adalah contoh bagaimana kami mengelola perusahaan anak,” ujar Sunarso.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.