FAO dan Indonesia Kerja Sama Sistem Pangan yang Berkelanjutan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Berdasarkan data Global Food Security Index (GFSI) secara keseluruhan status ketahanan pangan Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan.

    Berdasarkan data Global Food Security Index (GFSI) secara keseluruhan status ketahanan pangan Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 13 September 2021, Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) melakukan pertemuan virtual dengan Pemerintah Indonesia. Pada pertemuan itu, Pemerintah Indonesia dan FAO menegaskan kerja sama yang lebih erat untuk sistem pangan berkelanjutan di Indonesia.

    Kepala Perwakilan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Rajendra Aryal mengatakan, Pemerintah Indonesia menunjukkan upaya yang luar biasa dalam mengatasi dampak pandemi, dan FAO akan terus bekerja sama dengan pemerintah akan hal ini.

    “FAO akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada petani kecil dan keluarganya, pekerja pangan di semua sektor, dan mereka yang sangat rentan,” ujar Aryal dalam siaran pers yang diterima Tempo, Selasa, 14 September 2021. 

    Aryal juga mengakui pencapaian Indonesia, serta menegaskan kembali komitmen FAO untuk memberikan lebih banyak dukungan dalam upaya untuk melakukan transformasi sistem pangan Indonesia menjadi lebih berkelanjutan. 

    Aryal juga menyerahkan surat kepercayaan (credential letter) kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Transformasi sistem pertanian pangan yang akan bertumpu pada digitalisasi pertanian, seperti e-agriculture dan inovasi, menjadi sorotan dari pertemuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.