Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 di Wilayah Jawa Tengah, Luhut: Early Warning

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) memimpin rapat virtual didampingi Sekum Tigor M. Tanjung di Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021. (dokumentasi PB PASI) | ANTARA

    Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan (kanan) memimpin rapat virtual didampingi Sekum Tigor M. Tanjung di Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021. (dokumentasi PB PASI) | ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akan kenaikan kasus Covid-19 di beberapa wilayah. Pasalnya, ia mengatakan terdapat peningkatan kasus konfirmasi atau angka kematian di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

    Kenaikan kasus itu terlihat terjadi di Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Semarang. "Ini early warning, di sisi lain turun, tapi ada juga kasus yang kelihatan meningkat. Ini kita harus hati-hati, jangan kembali seperti sebelum tangga 15 juli," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin, 13 September 2021.

    Kondisi di wilayah-wilayah tersebut sangat berbeda dengan kondisi di Jawa-Bali secara umum. Dalam Penerapan Perpanjangan PPKM Level 4, 3 dan 2 yang dilakukan sejak tanggal 06 September hingga 13 September 2021, Luhut mengatakan perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan.

    Hal ini terlihat dari penurunan tren kasus konfirmasi secara nasional hingga 93,9 persen. Adapun di Jawa-Bali, tren kasus konfirmasi turun hingga 96 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu. "Yang tidak kalah penting, jumlah kasus aktif juga sudah turun dibawah 100 ribu pada hari ini."

    Situasi Covid-19 yang membaik begitu cepat di Jawa Bali, kata Luhut, menyebabkan penurunan level PPKM yang lebih cepat dibandingkan perkiraan pemerintah. Di sisi lain, kecepatan vaksinasi dan implementasi peduli lindungi serta protokol kesehatan masih tertinggal.

    Penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euforia dari masyarakat yang tidak disertai dengan implementasi protokol Kesehatan dan penggunaan peduli lindungi. "Hal ini cukup berbahaya karena dapat mengundang gelombang berikutnya dari Covid-19."

    Untuk itu, Luhut menegaskan pemerintah akan terus memberlakukan PPKM Level ini di seluruh wilayah Jawa-Bali dan mengevaluasianya tiap sepekan guna menekan angka kasus konfirmasi dan tidak mengulang kejadian yang sama di kemudian hari.

    BACA: Breaking News, Luhut: PPKM di Bali Turun ke Level 3

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.