Daftar Syarat Perjalanan Pakai Kereta Api Jarak Jauh yang Berlaku Mulai Besok

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang kereta api Jayabaya berbincang dengan petugas di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta mencatat terjadi penurunan penumpang keberangkatan jarak jauh lebih dari 60 persen pada masa PPKM Darurat. TEMPO/Tony Hartawan

    Calon penumpang kereta api Jayabaya berbincang dengan petugas di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta mencatat terjadi penurunan penumpang keberangkatan jarak jauh lebih dari 60 persen pada masa PPKM Darurat. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai besok, 14 September 2021, memberlakukan aturan baru perjalanan menggunakan Kereta Api Jarak Jauh. Satu di antaranya wajib menunjukkan kartu vaksin Covid-19 minimal dosis pertama.

    VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan kewajiban tersebut diberlakukan sesuai dengan terbitnya Surat Edaran Kemenhub No 69/2021. Oleh karenanya dia memastikan seluruh pengguna layanan Kereta Api Jarak Jauh telah melakukan vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

    "Bukti vaksinasi Covid-19 tersebut akan dicek oleh petugas melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta," katanya, Senin, 13 September 2021.

    Dia menjelaskan, data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding. Jika data tidak muncul pada layar komputer petugas, sambungnya, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin calon pelanggan.

    Namun begitu, Joni mengingatkan bahwa syarat vaksinasi minimal dosis pertama tersebut bukanlah satu-satunya dokumen perjalanan yang harus dimiliki calon pelanggan.

    "Pelanggan Kereta Api Jarak Jauh juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum jadwal keberangkatan," katanya.

    Joni menuturkan, bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

    Dia mengaku KAI Group secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai kebijakan pemerintah dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api.

    "Dengan demikian, diharapkan seluruh layanan Kereta Api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun juga masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan Kereta Api," tutup Joni.

    Baca juga: KAI Group Pastikan Pelanggan Seluruh Kereta Api Wajib Sudah Vaksin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.