BPS Ungkap Nikel Sumbang Hampir Tiga Perempat Nilai Ekspor Sulsel

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tambang nikel PT Aneka Tambang di Pulau Pakal, Halmahera Timur, Maluku Utara, September 2018.

    Tambang nikel PT Aneka Tambang di Pulau Pakal, Halmahera Timur, Maluku Utara, September 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar untuk sejumlah komoditas unggulan dari Sulsel pada Juli 2021.

    "Kalau berdasarkan negara tujuannya yang paling besar pertama itu Jepang. Nilai transaksi untuk Jepang itu mencapai 81,42 juta dolar Amerika Serikat (AS)," ujar Kepala BPS Sulsel Suntono di Makassar, Minggu 12 September 2021.

    Beberapa komoditas yang diekspor ke Jepang adalah nikel, hasil laut seperti udang, ikan dan hewan air yang tidak bertulang belakang serta rempah-rempah, dengan ekspor terbesar adalah nikel.

    Selain Jepang, negara tujuan ekspor lainnya yakni Tiongkok, Malaysia, Timor Leste dan Taiwan.

    "Secara persentase untuk lima negara tujuan itu tercatat ada sekitar 97,1 persen kontribusinya, sedangkan 2,99 persen lebihnya dari gabungan negara-negara tujuan ekspor lainnya," katanya.

    Suntono merinci nikel selalu jadi primadona ekspor Sulsel dan berhasil menyumbangkan angka 77,23 juta dolar AS atau sekitar 72,17 persen persen dari seluruh nilai ekspor.

    Nilai ekspor nikel pada bulan sebelumnya lebih rendah dari Juli 2021 yakni 63,01 juta dolar AS atau terdapat selisih 14,22 juta dolar AS.

    Negara selain Jepang seperti Tiongkok menyumbang dengan 17,87 juta dolar AS (16,7 persen); Malaysia dengan nilai 2,39 juta dolar AS (2,23 persen); Timor Leste dengan nilai 1,79 juta dolar AS (1,67 persen) dan Taiwan dengan nilai 1,13 juta (1,05 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.