IHSG Diprediksi Menguat di 6.010-6.140, Samuel Sekuritas Cermati 5 Saham Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Ilustrasi Saham atau Ilustrasi IHSG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akan menguat di awal sesi perdagangan hari ini, Senin, 30 Agustus 2021. Indeks diperkirakan masih berada di dalam pola konsolidasi sejak April 2021 di kisaran level 6.010-6.140.

    "IHSG penutupan Jumat tertahan di gap sebelumnya 6.030 yang berfungsi sebagai support. Hari ini kemungkinan indeks akan menguat di awal sesi," ujar analis Samuel Sekuritas Indonesia, M Alfatih dalam keterangan tertulis Senin, 30 Agustus 2021.

    Pada perdagangan hari Jumat, 27 Agustus 2021. indeks ditutup pada level 6.041,266 atau melemah 16,7 poin dari hari sebelumnya, yang di level 6.058,08.

    Sedikitnya ada lima saham yang Alfatih cermati pada perdagangan hari ini. Pertama, saham Bank Jago atau ARTo yang saat ini tengah mengalami tekanan jual.

    Jika harga saham emiten perbankan digital itu tembus ke bawah 15.500, ujar dia, maka tekanan tersebut dapat membesar. "Dan mengarah ke demand area di 14.650. Supply area di 15.825," kata Alfatih.

    Berikutnya, saham Bank BNI atau BBNI yang harganya mengalami rebound dari demand area di level 5.200 dalam upchannel pola yang terlihat sejak Juli 2021. Alfatih mengatakan supply area akan berada di kisaran level 5.475-5.550.

    Adapun harga saham Bukalapak atau BUKA terlihat tertahan di dekat batas risiko 875. Sehingga saham emiten e-commerce ini berpeluang menguat jangka pendek ke arau supply area 905-985.

    Selanjutnya, harga Indofood CBP Sukses Makmur atau ICBP, kata Alfatih, menguat dalam konsolidasi sejak awal Agustus 2021. Jika mampu tembus dan bertahan diatas supply area 8.350, maka harga akan memulai tren naik. Ia mengatakan supply area saham ini berada di level 8.500, lalu 8.725.

    Terakhir, Matahari Department Store alias LPPF. Alfatih melihat harga emiten ini mencoba menembus harga tertinggi sejak Maret 2020, di sekitar 2.610-2.750. Namun harga saham ini justru mengalami tekanan jual, sehingga diperkirakan sulit untuk menguat lebih lanjut. "Kemungkinan harga dapat terkoreksi ke arah demand area 2.400-2.180," ujar Alfatih.

    Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah Kemarin, BEI: Secara Keseluruhan Sepekan Alami Peningkatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)