Chatib Basri: Untuk Apa Pindah Renewable Energy Kalau BBM Lebih Murah dari Aqua?

Chatib Basri. REUTERS/Beawiharta

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengatakan masyarakat tidak akan mungkin beralih ke energi terbarukan atau renewable energy bila harga bahan bakar minyak atau BBM berbasis fosil masih terlampau murah. Untuk itu, ia pun memandang perlu adanya cukai BBM.

“Tanpa cukai, orang tidak akan berubah renewable energy (energi terbarukan). Untuk apa kita pindah renewable kalau BBM-nya lebih murah dari air Aqua,” ujar Chatib Basri dalam webinar bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia Oslo, Ahad, 15 Agustus 2021.

Chatib mengusulkan pemerintah mempertimbangkan pemberlakuan cukai BBM untuk mendorong pemulihan pandemi Covid-19. Upaya ini sekaligus untuk mendukung pemulihan hijau atau green recovery sebagai bentuk paket reformasi lingkungan.

Percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan adalah salah satu solusi untuk menghadapi penurunan lifting minyak dan gas bumi yang terus menurun. Chatib bercerita, saat ia menjadi Menteri Keuangan 2013-2014, produksi lifting migas di Tanah Air masih sekitar 800 ribu per barel per hari.

Namun saat ini produksi turun menjadi 600 barel dan pada 2030 diperkirakan akan melorot tajam. “Karena itu kita harus beralih ke renewable,” ujar Chatib.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta Dewan Energi Nasional (DEN) mempercepat bauran energi baru terbarukan atau EBT untuk menahan laju kenaikan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celcius. Pemerintah menargetkan bauran EBT pada 2025 mencapai 23 persen atau 24 ribu Megawatt.

 “Agar bisa mendukung target-target pengurangan temperatur sesuai dengan Paris Agreement,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, 20 April lalu.

Arifin menjelaskan, Indonesia ingin meningkatkan bauran EBT untuk mengurangi kadar emisi. Saat ini, pemanfaatan EBT baru mencapai 10,5 Gigawatt atau 11,5 persen. Target itu akan terus naik hingga mencapai 38 ribu Megawatt pada 2035.

Percepatan capaian EBT akan dilakukan dengan peningkatan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya yang diklaim makin ekonomis dari hari ke hari. Selain itu, pemerintah akan mendorong hilirisasi produk-produk batu bara serta menyelesaikan infrastruktur gas dan listrik untuk mencapai tingkat elektrifikasi 100 persen.

BACA: Chatib Basri Usul Pemerintah Pertimbangkan Pengenaan Cukai BBM

FRANCISCA CHRISTY ROSANA






Bahan Bakar Biodiesel B35 Berlaku Hari Ini, Alokasinya Mencapai 13,15 Juta Kl

1 hari lalu

Bahan Bakar Biodiesel B35 Berlaku Hari Ini, Alokasinya Mencapai 13,15 Juta Kl

Biodiesel B35 ini merupakan bahan bakar dengan presentase pencampuran bahan bakar nabati (BBN) ke dalam bahan bakar minyak (BBM) sebesar 35 persen.


Airlangga Klaim Penggunaan Biodiesel B35 Hemat Devisa USD 10,75 Miliar

2 hari lalu

Airlangga Klaim Penggunaan Biodiesel B35 Hemat Devisa USD 10,75 Miliar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penggunaan biodiesel B35 akan menghemat devisa negara hingga US$ 10,75 miliar.


Mulai Besok, Pemerintah Terapkan Biodiesel B35

2 hari lalu

Mulai Besok, Pemerintah Terapkan Biodiesel B35

Pemerintah menerapkan program Biodiesel B35 mulai besok, 1 Februari 2023. B35 dalah bahan bakar dengan presentase pencampuran BBN ke BBM 35 persen.


Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

3 hari lalu

Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam pembangkit listrik baru mencapai 14,11 persen pada 2022.


Subsidi Energi 2023 Rp 209,9 T, ESDM: Rp 139,4 T untuk BBM dan LPG, Rp 70,5 untuk Listrik

3 hari lalu

Subsidi Energi 2023 Rp 209,9 T, ESDM: Rp 139,4 T untuk BBM dan LPG, Rp 70,5 untuk Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tetap menggelontorkan subsidi energi untuk tahun 2023.


Tak Capai Target Investasi Tahun 2022, Kementerian ESDM: Sektor Migas Stagnan

3 hari lalu

Tak Capai Target Investasi Tahun 2022, Kementerian ESDM: Sektor Migas Stagnan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gagal mencapai target realisasi investasi senilai US$ 31 miliar pada 2022.


Daftar Terbaru 193 Wilayah Uji Coba Beli Solar Pakai QR Code MyPertamina

5 hari lalu

Daftar Terbaru 193 Wilayah Uji Coba Beli Solar Pakai QR Code MyPertamina

Mulai Kamis, 26 Januari 2023, beli solar wajib di tempat yang sudah terdaftar. Berikut daftar terbaru 193 wilayah di MyPertamina


Lampui Target, Pertamina EP Prabumulih Tambah Produksi dari Sumur Pengembangan Lembak

6 hari lalu

Lampui Target, Pertamina EP Prabumulih Tambah Produksi dari Sumur Pengembangan Lembak

Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil menambah produksi migas dari Sumur Lembak Infield, LBK-INF5 (LBK-19) dan LBK-INF4 (LBK-20).


Isuzu Bagikan Tips ke Konsumen saat Biodiesel B35 Diberlakukan Bulan Depan

7 hari lalu

Isuzu Bagikan Tips ke Konsumen saat Biodiesel B35 Diberlakukan Bulan Depan

Isuzu mengingatkan kepada konsumen pengguna biodiesel B35 untuk melakukan perawatan secara berkala sesuai dengan instruksi di buku manual.


Pertamax Turun Rp 1.100, Ini Harga Terbaru BBM Pertamina

7 hari lalu

Pertamax Turun Rp 1.100, Ini Harga Terbaru BBM Pertamina

Harga Pertamax dan BBM non-subsidi Pertamina turun. Dipengaruhi anjloknya harga minyak mentah dunia.