Sri Mulyani Waspadai Dampak Varian Delta Covid-19 di Negara Tujuan Ekspor

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.COJakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai dampak varian delta Covid-19 di negara yang menjadi tujuan ekspor Indonesia. Pasalnya, hal tersebut berpotensi mempengaruhi kinerja ekspor pada kuartal III tahun ini.

    "Akan mempengaruhi ekspor kita kalau delta varian menjalar dan sekarang sedang menjalar ke seluruh negara di dunia termasuk negara-negara yang menjadi tujuan ekspor," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Kamis, 5 Agustus 2021.

    Ia lalu mencontohkan sejumlah daerah belakangan memperketat aktivitas karena ada kenaikan kasus Covid-19 seperti di Wuhan, Cina. Selain itu Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan.

    Hal tersebut yang bakal memengaruhi dari sisi demand, khususnya konsumsi yang sangat tergantung kepada mobilitas dan aktivitas masyarakat. "Jadi ini yang harus kita waspadai, Covid-19 varian delta yang akan mempengaruhi sisi demand melalui konsumsi dan ekspor terutama," ucapnya.

    Potensi penurunan demand ini yang bakal berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi kuartal III dan IV. Namun begitu, Sri Mulyani berharap momentum pemulihan ekonomi nasional yang sedang menguat tetap terjaga.

    Sejumlah indikator yang mendukung baik dari sisi demand yaitu konsumsi, investasi, dan ekspor selain pemerintah sendiri melalui APBN belanjanya naik itu semuanya. "Sehingga momentum ini tentu akan tetap diharapkan berjalan dan bertahan pada kuartal III dan IV," ujar Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.