Perkara Sumbangan Akidi Tio, IPW Minta Kapolda Sumsel Dinonaktifkan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) didampingi  Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri (kanan) dan pejabat lainnya meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara nasional bagi Prajurit TNI dan anggota Polri,  di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 4 Maret 2021. Vaksinasi yang diberikan kepada 2.000 orang personel, yang terdiri dari 1.000  Prajurit TNI (850 TNI AD, 50 TNI AL, 100 TNI AU) dan 1.000 anggota Polri di lingkungan Kodam II/Sriwijaya dan Polda Sumsel tersebut sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan penanggulangan dan pencegahan penyebaran COVID-19. POOL/ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri (kanan) dan pejabat lainnya meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara nasional bagi Prajurit TNI dan anggota Polri, di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis 4 Maret 2021. Vaksinasi yang diberikan kepada 2.000 orang personel, yang terdiri dari 1.000 Prajurit TNI (850 TNI AD, 50 TNI AL, 100 TNI AU) dan 1.000 anggota Polri di lingkungan Kodam II/Sriwijaya dan Polda Sumsel tersebut sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan penanggulangan dan pencegahan penyebaran COVID-19. POOL/ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso meminta Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri mengambil alih kasus sumbangan hibah dana Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio.

    Selain itu, Sugeng meminta Bareskrim memeriksa Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Eko Indra Heri. Pasalnya, eko yang langsung menerima sumbangan secara simbolis dari anak bungsu Akidi Tio, Heryati.

    "Namun, uang untuk penanganan covid-19 di Palembang dan Sumsel itu belum dapat dicairkan," kata Sugeng dalam keterangan tertulis, Senin, 2 Agustus 2021.

    Sugeng pun menilai perkara tersebut membuat kegaduhan dan mempermalukan institusi Polri. Karena itu, dalam menangani kasus tersebut, IPW mendesak Kapolri Jenderal Sigit Listyo menon-aktifkan Eko sebagai Kapolda Sumsel.

    "Sebab, Kapolda Sumsel tidak profesional, tidak cermat, tidak jeli. Seharusnya, kapolda melakukan tindakan kepastian hukum bahwa dana Akidi Tio itu memang ada sebelum melakukan jumpa pers," ujar Sugeng.

    Di samping itu, Sugeng pun menilai Kapolda Sumsel tidak tepat menerima sumbangan tersebut lantaran bukan tupoksinya. Sumbangan untuk covid tetsebut seharusnya diberikan kepada Sagas Covid-19.

    "Proses pemeriksaan anak Akidi Tio, Heriyanti oleh Polda Sumsel harus dilihat sebagai usaha kapolda sumsel membersihkan diri dari sikap tidak profesional menerima sumbangan tersebut," tutur Sugeng.

    Dilansir dari Antara Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri meminta persoalan itu semuanya diserahkan kepada polisi. Sebab, jajarannya masih memintai keterangan dari anak Akidi Tio, Heriyanti. "Berpikir positif saja, terkait proses itu nanti, saat ini tim sedang bekerja."

    Eko mengatakan dalam kasus hibah tersebut ia hanya berikhtiar menyalurkan kebaikan dari warga yang ingin membantu penanggulangan Covid-19 kepada masyarakat Sumatera Selatan. "Saya tidak mengharapkan apa-apa. Saya hanya berpikir positif saja (sampai sekarang)," kata Eko.

    BACA: Polisi Tegaskan Anak Akidi Tio Belum Jadi Tersangka

    CAESAR AKBAR | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.