Wakil Menkeu Beberkan Alasan Perbankan Emoh Salurkan Kredit Meski Duitnya Banyak

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan sambutan dalam acara Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu, 6 November 2019. ANTARA

    Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan sambutan dalam acara Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu, 6 November 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan kredit saat ini ini masih belum pulih. Hal ini, lantaran perbankan belum mau menyalurkan dana yang dimiliki dalam bentuk kredit melainkan disimpan dalam instrumen dengan risiko yang lebih rendah.

    “Kenapa belum mau salurkan kredit? Apa tidak punya duit? Duitnya banyak tapi sekarang uangnya perbankan ditaruh di SBN [surat berharga negara] pemerintah,” katanya pada diskusi virtual, Sabtu, 31 Juli 2021.

    Suahasil menjelaskan bahwa karena SBN sifatnya fix income atau memiliki pendapatan tetap, perbankan lebih memilih masuk ke instrumen tersebut daripada menyalurkan ke dalam bentuk kredit.

    Pasalnya, pandemi yang menghantam perekonomian dan membuat dunia usaha tidak bisa beroperasi normal bahkan harus bertahan hidup, tentu belum akan dilirik perbankan.

    Kondisi ini, tambah Suahasil, tidak masalah jika terjadi hanya dalam jangka pendek tetapi tidak dapat dibiarkan terjadi terus menerus. Menurutnya, pendapatan perbankan ada pada penyaluran kredit. Salah satu fungsinya adalah intermediasi.

    “Ini yang kita cari. Tapi kuncinya di kegiatan ekonomi. Kalau kegiatan ekonomi tidak berputar dengan meyakinkan, maka sektor perbankan [berharap dari] pemerintah,” katanya.

    BISNIS

    Baca juga: Harapan Ma'ruf Amin usai Bank Aladin Syariah Gandeng Alfamart


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.