Gubernur Jambi Bicara Batu Bara, Luhut: Coba Cek Potensi Lain

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi) adalah arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi yang digunakan sebagai acuan K/L, Pemda dan stakeholder dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) bersama Ketua KPK Firli Bahuri menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi) adalah arah kebijakan nasional yang memuat fokus dan sasaran pencegahan korupsi yang digunakan sebagai acuan K/L, Pemda dan stakeholder dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta Gubernur Jambi Al Haris untuk mencari potensi energi lain di daerahnya. Luhut menyebut pemerintah kini memprioritaskan pemanfaatan energi baru terbarukan.

    "Coba pak Gubernur cek apakah ada potensi geothermal atau potensi energi baru terbarukan lain,” kata Luhut dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021.

    Permintaan ini disampaikan Luhut saat menggelar rapat pengembangan infrastruktur Jambi bersama Al Haris. Dalam pertemuan tersebut, Al Haris menyampaikan potensi pengembangan yang ada pada wilayahnya.

    Di antaranya potensi batu bara dan pembangunan Bendungan Merangin yang dapat mendukung food estate di Jambi. Lalu, ada juga rencana pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung.

    Sehingga, Luhut pun menyampaikan bahwa dunia saat ini mulai meninggalkan batu bara sebagai sumber energi. Sehingga, kata Luhut, pengembangan energi baru terbarukan perlu diutamakan.

    Luhut juga dikenal sebagai pengusaha batu bara lewat perusahaannya, PT Toba Sejahtra. Perusahaan ini yang kemudian menguasai saham di PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA). Toba Bara kini bernama PT TBS Energi Utama Tbk, tapi masih menggunakan kode emiten TOBA.

    Sejak awal 2017, Highland Strategic Holdings Pte Ltd sudah mengambilalih saham mayoritas TOBA sebesar 61,7 persen dari PT Toba Sejahtra, milik Luhut. Highland adalah suatu perusahaan investasi yang berbasis di Singapura

    Sehingga kepemilikan Luhut di TOBA tinggal 9,99 persen, seperti yang disampaikan perusahaan pada April 2019 di situs resminya.

    FAJAR PEBRIANTO

    Baca juga: Luhut Sebut Pemerintah Akan Bertahap Pensiunkan Pembangkit Listrik Batu Bara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.