KPPU Temukan Harga Oksigen di Marketplace Melonjak 59,5 Persen dalam Sepekan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepolisian menata barang bukti tabung oksigen hasil pengungkapan kasus tindak kejahatan yang akan diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta di Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021. Sebanyak 138 tabung yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kementrian Kesehatan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk digunakan sebagai penanggulangan COVID-19 di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurtahman W

    Kepolisian menata barang bukti tabung oksigen hasil pengungkapan kasus tindak kejahatan yang akan diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta di Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021. Sebanyak 138 tabung yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kementrian Kesehatan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk digunakan sebagai penanggulangan COVID-19 di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurtahman W

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU menggelar survei untuk memantau pergerakan harga oksigen yang dijual di sebuah marketplace di wilayah DKI Jakarta. Hasil survei per 28 Juli menunjukkan telah terjadi kenaikan harga oksigen hingga 59,5 persen dalam kurun sepekan.

    “Kenaikan harga berkisar antara 59,5 persen dari harga rata-rata minggu sebelumnya, yaitu Rp 918.800. Stok tersedia,” ujar Kepala Kantor KPPU Wilayah III Aru Armando dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat, 30 Juli 2021.

    Pemantauan harga dilakukan sejak 21 Juli 2021 untuk penjualan tabung oksigen ukuran 1M3 dengan trolly dan regulator full set. Tim peneliti mengambil sampel dari sepuluh toko dan menemukan penjual menawarkan harga Rp 850 ribu sampai Rp 6,1 juta atau rata-rata Rp 1,46 juta.

    Di marketplace yang sama, tim juga memantau pergerakan harga oksigen portable merek Oxycan. Hasil pantauan menunjukkan terdapat terdapat beberapa penjual yang telah menghapus produk tersebut di tokonya atau toko sudah tidak aktif.

    Sedangkan dari seluruh toko yang masih menjual produk oksigen ini, tim mengambil sampel sepuluh penjual. Rata-rata penjual menawarkan oksigen portable di kisaran harga Rp 199-250 ribu. Harga oksigen tersebut stabil bila dibandingkan dengan penjualan pada 21 Juli.

    Tim peneliti KPPU memperluas penelitiannya dengan memantau penjualan oksigen di marketplace lainnya. Berbeda dengan marketplace sebelumnya, peneliti menemukan harga jual oksigen, khususnya untuk jenis tabung dengan ukuran 1M3 troli maupun regulator full set, di marketplace kedua rata-rata turun 1,3 persen.

    Harga oksigen dijual dengan kisaran Rp 1,4-1,6 juta (rata-rata Rp 4,4 juta). Sedangkan pada pekan sebelumnya, harga oksigen masih berkisar rata-rata Rp 4,52 juta.

    Adapun untuk penjualan oksigen portable merek Oxycan, peneliti KPPU juga menemukan adanya tren penurunan harga 12,3 persen. Harga jual berkisar Rp 135-365 ribu (rata-rata Rp 190.234). Harga ini lebih kecil dari rata-rata pekan sebelumnya sebesar Rp 217 ribu.

    Baca: KPPU Temukan Harga Obat Terapi Covid-19 di Beberapa Daerah Lampaui Batas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...