Kemenperin Kolaborasi Industri Penuhi Kebutuhan Oksigen Medis Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memindahkan tabung oksigen di distributor oksigen di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. Kementerian Perindustrian memobilisasi pasokan oksigen nasional dari pabrik oksigen maupun industri yang memiliki cadangan oksigen di seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan oksigen medis untuk pasien Covid-19. TEMPO/Subekti.

    Pekerja memindahkan tabung oksigen di distributor oksigen di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021. Kementerian Perindustrian memobilisasi pasokan oksigen nasional dari pabrik oksigen maupun industri yang memiliki cadangan oksigen di seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan oksigen medis untuk pasien Covid-19. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian atau Kemenperin bersama kalangan industri bergotong royong membantu pemenuhan kebutuhan oksigen medis guna mendukung pemerintah mempercepat penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air.

    "Kami sangat mengapresiasi peran dari industri pulp dan kertas di antaranya PT OKI Pulp & Paper Mills, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (Sinar Mas Group) serta Tanoto Foundation dan mitra perusahaan April Group - PT Riau Andalan Pulp & Paper (PT RAPP) yang turut mendonasikan oksigen medis untuk memenuhi kebutuhan dalam penanganan pasien Covid-19 di Jawa Barat," kata Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 29 Juli 2021.

    Pada Rabu, 28 Juli 2021, Putu Juli Ardika bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri acara Jabar Punya Informasi (Japri) Vol 79 di Bandung, Jabar.

    Total oksigen dari industri pulp dan kertas yang telah diterima Jawa Barat sampai Rabu (28/7/2021) sebesar 199,2 ton.

    Jumlah tersebut merupakan donasi dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (Tanoto Fondation) sebesar 113,4 ton dan PT OKI Pulp & Paper Mills (Sinar Mas Group) sebesar 85,8 ton berupa oksigen cair dalam empat ISO tank yang sudah mulai didistribusikan ke stasiun pengisian (filling station).

    Menurut Putu, kolaborasi dan gotong royong semua pihak, termasuk pemerintah dan korporasi, akan memudahkan upaya penanganan pandemi saat ini.

    "Misalnya, bantuan oksigen medis yang terlaksana berkat kolaborasi dan komunikasi yang apik dengan berbagai pihak," tuturnya.

    Selain di Jawa Barat, provinsi lain yang telah mendapatkan bantuan oksigen medis dari industri pulp dan kertas, meliputi DKI Jakarta, Banten, Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    "Tidak tertutup kemungkinan jumlah provinsi akan terus bertambah, tentunya kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang membutuhkan," imbuhnya.

    Putu menjelaskan penyediaan oksigen dari industri pulp dan kertas merupakan upaya pengoptimalan fasilitas oksigen plant yang sebelumnya hanya untuk proses bleaching pulp."Dalam masa pandemi ini, akhirnya juga digunakan untuk memproduksi oksigen keperluan medis," ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pihaknya bertekad mengerahkan semua kemampuan industri dalam negeri untuk memenuhi lonjakan kebutuhan gas oksigen nasional, di antaranya dengan menginstruksikan perusahaan-perusahaan industri untuk memastikan ketersediaan oksigen khususnya untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis.

    "Ini tidak hanya terbatas pada sektor industri yang bergerak khusus dalam bidang produksi gas oksigen, tetapi juga mencakup industri yang mempunyai potensi untuk membantu ketersediaan oksigen medis," ungkapnya.

    Menurut Agus, kontribusi sektor industri terhadap sektor kesehatan dalam penanggulangan Covid-19 sangat diharapkan dalam situasi pandemi saat ini.

    "Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan bangsa Indonesia dapat segera mengendalikan sekaligus menangani pandemi Covid-19 serta semuanya bersama-sama kembali berkarya dalam bidangnya masing-masing untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas," kata Agus.

    Baca Juga: Ventilator Diperlukan Pasien Covid-19 Saat Situasi Bagaimana?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.