Selain Unicorn, BEI Sebut 5 Startup Level Centaur Akan Masuk Bursa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2020.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pagi pukul 10.36 WIB turun tajam sebesar lima persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin sehingga BEI kemudian memutuskan melakukan trading halt atau pembekuan sementara perdagangan. ANTARA/Reno Esnir

    Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pagi pukul 10.36 WIB turun tajam sebesar lima persen pada level 4.892,87 atau turun 257,49 poin sehingga BEI kemudian memutuskan melakukan trading halt atau pembekuan sementara perdagangan. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta -Selain para unicorn, perusahaan teknologi yang masih berada di level centaur juga tengah bersiap masuk ke Bursa Efek Indonesia. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa selain berkomunikasi dengan para unicorn, BEI juga berdiskusi secara intens dengan perusahaan teknologi yang ada di level centaur.

    “Jadi benar ada [yang bersiap masuk Bursa]. Centaur-centaur itu sudah kita mapping karena harapan kita sebelum centaur menjadi unicorn mereka juga eligible untuk tercatat [di Bursa],” ujar Nyoman dalam sesi diskusi virtual bersama awak media, Rabu, 28 Juli 2021.

    Nyoman mengatakan setidaknya ada 5 perusahaan rintisan (startup) level centaur yang telah berkonsultasi dengan BEI. Di sisi lain, Bursa juga meminta pendapat mereka terkait regulasi-regulasi baru yang tengah digodok untuk mengakomodasi perusahaan teknologi yang berminat IPO.

    “Kita ajak diskusi kalau ada hal-hal yang kita butuhkan terkait informasi [IPO], kita tanyakan ke mereka. ‘Kalau seperti ini peraturannya atau draft-nya kamu ada ide nggak? Atau ada hal-hal yang kamu sampaikan?’ Supaya [Bursa] bisa mengakomodasi needs mereka,” tutur Nyoman.

    Perusahaan centaur sendiri adalah perusahaan rintisan yang telah berhasil memperoleh nilai valuasi lebih besar dari US$100 juta hingga US$1 miliar atau sekitar Rp 1,45 triliun hingga Rp 14,48 triliun.

    Berdasarkan catatan Bisnis, beberapa perusahaan rintisan Indonesia yang ada di level ini antara lain Ruang Guru, Sociolla, Kredivo, Blibli.com, Ajaib, Dana, Stockbit, Sayurbox, Fore, Alodokter, Halodoc, Sicepat, dan Kopi Kenangan.

    Nyoman menegaskan bahwa BEI berkomitmen untuk menjadi rumah pertumbuhan bagi perusahaan dari segala sektor dan segala level, termasuk perusahaan teknologi baik yang baru dirintis, maupun sudah masuk level centaur atau unicorn, bahkan decacorn. “Jadi, saat ini dan ke depan, unicorn akan bertumbuh [jadi decacorn] dan centaur akan bertumbuh menjadi unicorn. Nah, di sinilah rumahnya,” kata Nyoman.

    Baca Juga: BEI Sebut Gabungan Perusahaan Unicorn Bakal IPO, Siapa Itu?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.