Terpopuler Bisnis: Sosok Akidi Tio di Tulisan Dahlan Iskan, Harga Obat Gammaraas

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Dahlan Iskan memberi sambutan dalam acara perpisahan di ahir masa jabatanya menjadi menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di gedung kementrian BUMN, Jakarta, 17 Oktober 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri BUMN Dahlan Iskan memberi sambutan dalam acara perpisahan di ahir masa jabatanya menjadi menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di gedung kementrian BUMN, Jakarta, 17 Oktober 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Rabu, 28 Juli 2021 dimulai dengan cerita mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan soal almarhum Akidi Tio--pengusaha, yang memberikan bantuan Covid-19 senilai Rp 2 triliun.

    Kemudian kabar duka pendiri Medco Energi John Sadrak Karamoy meninggal pada Rabu, 28 Juli 2021. Ia wafat pada pukul 00.24 WIB dalam usianya ke-84 di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Jakarta Selatan.

    Selain itu berita tentang Gammaraas produk obat farmasi yang mengandung plasma imunoglobulin dalam bentuk larutan steril untuk injeksi, yang harganya mencapai ratusan juta. Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita terpopuler tersebut.

    1. Cerita Dahlan Iskan soal Akidi Tio yang Beri Bantuan Covid-19 Rp 2 Triliun

    Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN dan pimpinan Jawa Group, menceritakan percakapannya dengan Hardi Darmawan, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan. Hardi tak lain adalah dokter yang sempat menangani almarhum Akidi Tio, pengusaha asal Aceh yang baru saja menyumbang uang tunai Rp 2 triliun.

    Bantuan tersebut disalurkan oleh keluarga Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Hal itu yang kemudian menuai pujian, seperti dari Menteri Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti hingga Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti.

    "Bukan main. Hanya itu yang bisa saya tulis. Kok ada orang menyumbang uang Rp 2 triliun. Orangnya tidak pernah dikenal. Sudah lama pula meninggal dunia," tulis Dahlan di blog pribadinya disway.id pada Rabu, 28 Juli 2021.

    Dahlan lalu mengobrol dengan Hardi dan menanyakan soal kabar sumbangan tersebut. "Betul, saya kenal baik keluarga itu," kata Hardi, seperti yang diceritakan Dahlan.

    Kepada Dahlan, Hardi mengatakan bahwa bantuan tersebut akan ditransfer dalam bentuk uang tunai pada Rabu hari ini. Bantuan dikirim ke Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Eko Indra Heri, tapi kemungkinan lewat rekening khusus.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.