BEI Catat Dana yang Terhimpun dari IPO Tahun Ini Capai Rp 7,66 T, Naik 99,48 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna bersalaman dengan Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari usai menandatangani kesepakatan kerja sama di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu 15 Mei 2019. Turut hadir dalam penandatanganan ini, Direktur Kepatuhan dan Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Kristian Sihar Manullang. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna bersalaman dengan Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari usai menandatangani kesepakatan kerja sama di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu 15 Mei 2019. Turut hadir dalam penandatanganan ini, Direktur Kepatuhan dan Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia Kristian Sihar Manullang. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan sampai dengan 28 Juli 2021, total dana yang terhimpun dari IPO saham adalah sebesar Rp 7,66 triliun.

    "Atau meningkat 99,48 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 3,84 triliun," ujar Nyoman kepada awak media, Rabu, 28 Juli 2021.

    Sampai dengan 28 Juli 2021, Nyoman mengatakan terdapat 25 perusahaan dalam pipeline saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Rinciannya, adalah empat perusahaan aset skala kecil atau aset sampai dengan Rp 50 Miliar.

    Selain itu, tujuh perusahaan aset skala menengah alias aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. Lalu, 14 perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp 250 miliar.

    "Di pipeline saham bursa masih terdapat 25 perusahaan yang didominasi oleh perusahaan dengan skala menengah dan besar," tutur Nyoman.

    Dari sisi sektor, ia mengatakan 25 perusahaan tersebut cukup beragam, terdiri dari enam perusahaan sektor Consumer Cyclicals, lima perusahaan di sektor industrial, tiga perusahaan di sektor Consumer Non Cyclicals.

    Selain itu, untuk sektor Technology, Transportation & Logistic, Healthcare, Energy, dan Financials, masing masing ada dua perusahaan. Sisanya adalah sektor Basic Materials sebanyak satu perusahaan.

    Sementara itu, di pipeline Obligasi dan Sukuk terdapat 31 emisi yang akan diterbitkan oleh 24 perusahaan.

    Baca Juga: BEI: IPO Bukalapak Bakal Naikkan Kapitalisasi Pasar Modal Hingga Rp 87,6 T


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.