BEI: IPO Bukalapak Bakal Naikkan Kapitalisasi Pasar Modal Hingga Rp 87,6 T

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas karyawan di kantor pusat Bukalapak, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Mitra Bukalapak merupakan program untuk warung atau toko kelontong agar ikut terjamah teknologi dalam berbisnis. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas karyawan di kantor pusat Bukalapak, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019. Mitra Bukalapak merupakan program untuk warung atau toko kelontong agar ikut terjamah teknologi dalam berbisnis. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan melantainya perusahaan e-commerce Bukalapak bisa mendongkrak kapitalisasi di pasar modal Rp 77,3 triliun sampai Rp 87,6 triliun.

    "Saya sampaikan market cap-nya akan bertambah Rp 77,3 triliun sampai Rp 87,6 triliun, tergantung pricing di harga antara Rp 750-850," ujar dia dalam konferensi virtual, Rabu, 28 Juli 2021.

    Melantainya Bukalapak diharapkan juga bisa mendorong bobot saham Indonesia di Indeks MSCI (Morgan Stanley Capital Index). Pasalnya, menurut dia, indeks MSCI biasanya memperhitungkan model bisnis terkait teknologi.

    "Kalau Bukalapak masuk ini salah satu yang jadi pertimbangan mereka menghitung bobot kita," tutur Nyoman.

    Selain Bukalapak, ia mengatakan akan ada lagi perusahaan unicorn yang akan melantai di pasar modal. Tanpa menyebut nama, ia mengatakan unicorn itu adalah gabungan dua perusahaan.

    Berdasarkan pemberitaan yang santer beredar, diduga perusahaan itu adalah GoTo, gabungan dari Gojek dan Tokopedia.

    Nyoman mengatakan apabila perusahaan gabungan itu melantai di bursa, kapitalisasi pasar modal akan kembali terdongkrak. "Kalau yang satu ini bergabung tentunya lebih dari Rp 77,3 triliun-Rp 87,3 triliun tadi karena mereka dalam bentuk gabungan,” kata Nyoman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.