Airlangga Sebut Kinerja Emiten Membaik Seiring dengan Pemulihan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan naskah pandangan akhir pemerintah atas RUU Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani disaksikan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Rachmad Gobel dalam rapat paripurna penutupan masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.  Dalam RUU Cipta Kerja terdapat 11 klaster yang masuk dalam undang-undang ini antara lain Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, Ketenagakerjaan, Kemudahan Berusaha, Pemberdayaan dan Perlindungan UMKM, Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan, Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan, Kemudahan Investasi dan Proyek Pemerintah, serta Kawasan Ekonomi Khusus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan naskah pandangan akhir pemerintah atas RUU Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani disaksikan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Rachmad Gobel dalam rapat paripurna penutupan masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020. Dalam RUU Cipta Kerja terdapat 11 klaster yang masuk dalam undang-undang ini antara lain Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, Ketenagakerjaan, Kemudahan Berusaha, Pemberdayaan dan Perlindungan UMKM, Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan, Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan, Kemudahan Investasi dan Proyek Pemerintah, serta Kawasan Ekonomi Khusus. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimisme yang terjaga pada seluruh emiten akan memberikan kontribusi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia.

    Dia menuturkan momentum terjadinya pemulihan ekonomi di Indonesia sepanjang 2021 telah mendorong perbaikan kinerja emiten. 

    Pemulihan ekonomi di antaranya tercermin melalui penguatan permintaan domestik yakni Indeks Keyakinan Konsumen pada Juni 2021 yang berada di level 107,4.

    Penguatan tersebut diharapkan dapat direspon oleh produsen dengan menjaga aktivitas produksinya agar tetap berada di level ekspansif seperti yang tercermin dari Indeks PMI Manufaktur sejak November 2020.
    “Pemulihan yang tengah berlangsung di sepanjang tahun 2021 ini telah berkontribusi terhadap perbaikan kinerja emiten,” katanya di Jakarta, Selasa 27 Juli 2021.

    Anggaran program PEN Rp744,75 triliun yang di antaranya untuk insentif usaha, dukungan UMKM dan korporasi serta program prioritas juga bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha termasuk emiten di pasar modal.

    Kemudian pemulihan juga tercermin dari surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 14 bulan berturut-turut serta defisit transaksi berjalan yang terjaga dengan baik.

    Pada saat yang bersamaan, nilai tukar dan IHSG telah membaik dibandingkan awal pandemi 2020 dengan masing-masing berada di level Rp14.493 per dolar AS dan 6.101 per 25 Juli 2021.

    Capaian ini didukung oleh optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia yaitu terlihat dari aliran modal asing yang telah kembali masuk sebesar 1,4 miliar dolar AS sepanjang 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.