Tenaga Kerja Asing Ramai-ramai Keluar RI, Apa Dampaknya untuk Investasi?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan keterangan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 28 April 2021. Foto: BPMI Setpres/Rusman

    Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, memberikan keterangan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 28 April 2021. Foto: BPMI Setpres/Rusman

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah tenaga kerja asing beramai-ramai pulang ke negaranya akibat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia setelah varian virus corona delta merebak. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan keluarnya pekerja asing dari  Indonesia akan berpengaruh terhadap penyelesaian proyek investasi di dalam negeri.

    Negara yang telah menarik warganya meliputi Arab Saudi hingga Jepang. “Harus diakui setiap perusahaan yang menjalankan operasi ketika sebagian tenaga ahli pulang pasti ada dinamika dalam percepatan pekerjaan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa, 27 Juli 2021.

    Bahlil berujar, diperlukan mediasi agar perusahaan tetap menyelesaikan proyek investasinya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga realisasi penanaman modal tidak terlampau terdampak. Meski demikian, imbas keluarnya para TKA dari Indonesia terhadap besarnya capain investasi di kuartal III belum bisa diprediksi.

    Menurut Bahlil, pemerintah bisa lebih dulu memitigasi turunnya realisasi investasi di kuartal mendatang dengan berbagai strategi. Salah satunya dengan mendeteksi perusahaan-perusahaan yang banyak memulangkan tenaga ahli dan mencari solusi agar pekerja tersebut bisa cepat kembali.

    Di sisi lain, pemerintah akan meningkatkan laju investasi dengan pemberian insentif untuk penanaman modal di luar Jawa. “Selanjutnya, kita selesaikan persoalan sosial, berikut juga izin-izin yang harus diselesaikan serta memberi keyakinan eksistensi dan stabiliats politik-keamanan di daerah terkait,” ujar Bahlil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.