IHSG Sesi Pertama Stagnan, Saham Perusahaan Erick Thohir Meroket

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah tengah memantau pergerakan saham dari rumah tinggalnya saat melakukan WFH di Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,13 persen atau 67,54 poin ke level 6.046,75. Tempo/Tony Hartawan

    Nasabah tengah memantau pergerakan saham dari rumah tinggalnya saat melakukan WFH di Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,13 persen atau 67,54 poin ke level 6.046,75. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Samuel Sekuritas M Alfatih melihat gerakan meroket ditunjukkan dua saham Mahaka Group milik Erick Thohir, ABBA (+15,7 persen) dan anak usahanya MARI (+4,9 persen).

    "Kabar terakhir, MARI baru saja kedatangan investor baru yaitu PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, yang saat ini mengontrol 5,98 persen saham emiten pemilik aplikasi audio on-demand NOICE tersebut," kata Alfatih analis Samuel Sekuritas dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Juli 2021.

    Sedangkan saham Bank Jago (ARTO) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini, dengan nilai net buy asing mencapai Rp 57,9 miliar, disusul TFAS (Rp 55,5 miliar) dan BABP (Rp 19,4 miliar).

    Sementara itu, saham PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) yang kemarin melesat kencang, menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell asing mencapai Rp 41 miliar, disusul oleh ANTM (Rp 39 miliar) dan BBCA (Rp 37,5 miliar).

    Performa positif ditunjukkan dua anggota baru indeks elit LQ45 yang berisi saham-saham yang paling liquid di Bursa Efek Indonesia, BRPT (+9,9 persen) dan TINS (+1,2 persen). Sebaliknya, performa negatif ditunjukkan oleh dua saham yang digantikan oleh BRPT dan TINS di LQ45, CTRA (-5,38 persen) dan BTPS (-5,1 persen).

    Sementara itu, dua saham yang sebelumnya santer digosipkan akan menjadi anggota baru LQ45, BRIS dan ARTO, tampaknya tidak begitu terpengaruh dengan kegagalannya masuk ke indeks tersebut. Saham BRIS menguat +4,4 persen, sementara ARTO menguat +3,5 persen.

    Khusus ARTO, emiten bank digital ini tampaknya didukung oleh laporan keuangannya yang bisa dibilang cukup positif. Meskipun perseroan masih rugi Rp 46,78 miliar pada paruh pertama 2021, angka ini lebih kecil dibanding kerugiannya pada periode yang sama tahun lalu (Rp 50,91 miliar). Di samping itu, ARTO juga m mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar +695 persen yoy, dan pendapatan bunga bersih sebesar +423 persen yoy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.