Realisasi Investasi Kuartal II 2021 Rp 223 Triliun, Didominasi Modal Asing

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memberi sambutan dan menutup secara resmi Munas VIII Kadin di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis 1 Juli 2021. Arsjad Rasjid resmi menjadi Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 berdasarkan kesepakatan musyawarah dan mufakat pada Munas VIII di Kendari sedangkan Anindya Bakrie yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai ketua umum dipilih menjadi Ketua Dewan Pertimbangan. ANTARA FOTO/Jojon

    Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memberi sambutan dan menutup secara resmi Munas VIII Kadin di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis 1 Juli 2021. Arsjad Rasjid resmi menjadi Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 berdasarkan kesepakatan musyawarah dan mufakat pada Munas VIII di Kendari sedangkan Anindya Bakrie yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai ketua umum dipilih menjadi Ketua Dewan Pertimbangan. ANTARA FOTO/Jojon

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi selama kuartal II 2021 mencapai Rp 223 triliun atau naik 16,2 persen secara year on year. Investasi didominasi oleh penanaman modal asing atau PMA.

    “Pada kuartal II dihitung dari April, Mei, Juni sebelum PPKM realisasinya Rp 223 triliun ini tumbuh 1,5 persen secara Q an Q dengan penyerapan tenaga kerja 311.922 orang,” ujar Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Selasa, 27 Juli 2021.

    Dari total investasi selama kuartal II, realisasi PMA mencapai sebesar 52,4 persen atau Rp 116,8 triliun. Angka ini naik 4,5 persen dibandingkan dengan kuartal I 2021. Dari latar belakang negaranya, investasi asing terbesar secara berturut-turut berasal dari Singapura, Hong Kong, Belanda, Jepang, dan Cina.

    “Kenaikan FDI (foreign direct investement) mengindikasikan dunia itu sudah mulai merasakan adanya pola perubahan regulasi dan manfaat dari Undang-undang Cipta Kerja,” tutur Bahlil.

    Sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri atau PMDN pada kuartal II 2021 sebesar 47,6 persen atau Rp 106,2 triliun. Angka ini turun 1,6 persen dibandingkan dengan kuartal I 2021.

    Dari lokasinya, realisasi investasi pada kuartal II paling besar ditanamkan di luar Jawa dengan total modal Rp 113,8 triliun atau 51 persen. Sementara itu realisasi investasi di Jawa sebesar 49 persen atau Rp 109,2 triliun.

    Adapun pada Januari hingga Juni 2021 atau selama semester I, realisasi investasi telah mencapai Rp 442,8 triliun. Angka ini setara dengan 49,2 persen dari total target investasi sebesar Rp 900 triliun hingga akhir 2021.

    Bahlil mengatakan pada kuartal III mendatang, negara mengalami tantangan besar di sektor investasi lantaran adanya kebijakan PPKM Darurat dan Level 4. Meski demikian, Bahlil mengatakan pihaknya belum akan mengubah revisi target.

    “Saya belum terpikir untuk revisi target. Namun kami menyusun strategi agar mencapai target itu,” kata Bahlil.

    BACA: Rugi Rp 46,78 Miliar pada Semester I 2021, Bos Bank Jago Ungkap Penyebabnya

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...