Menteri Teten Berharap Emtek dan Grab Bantu Digitalasasi UMKM

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Country Manager Grab Indonesia Neneng Goenadi di Grab Business Forum 2021

    Country Manager Grab Indonesia Neneng Goenadi di Grab Business Forum 2021

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah atau UKM Teten Masduki berharap kerja sama antara PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Emtek dengan PT Grab Teknologi Indonesia atau Grab Indonesia dapat membawa 30 juta pelaku UMKM masuk ekosistem digital pada 2024.

    “Pemerintah menargetkan 30 juta UKM go digital pada tahun 2024, dan kami bersyukur bahwa perusahaan seperti Grab dan Emtek Group telah mengambil tanggung jawab untuk membantu UMKM kami dalam mentransformasi operasi mereka secara digital,” katanya Teten dalam keterangan tertulis pada Senin, 26 Juli 2021.

    Ia mengatakan kerja sama ini akan mampu menyelaraskan dan mengkombinasikan kekuatan ekonomi digital Grup Emtek dengan Grab. Apalagi keduanya memiliki latar belakang teknologi yang cukup kuat dan berpengalaman.

    Tak hanya itu, Teten menambahkan peran ekosistem digital sangat dibutuhkan dalam mendorong digitalisasi pelaku UMKM. Sebab, konsep transformasi digital tidak hanya menghadirkan pelaku usaha dalam digital. Namun, diperlukan dukungan baik dari sektor publik maupun swasta.

    “UMKM kita lebih dari mampu menghasilkan produk yang inovatif dan berkualitas. Meskipun sebagian besar dari mereka berjuang dengan tantangan saat ini, ada peluang besar untuk meningkatkan skala bisnis mereka melalui transformasi digital,” ujarnya.

    PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Emtek menginvestasikan US$375 juta atau sekitar Rp5,44 triliun di PT Grab Teknologi Indonesia atau Grab Indonesia. Hal ini guna menjalin suatu kerja sama yang lebih strategis dan tidak hanya dalam memadukan bisnis yang sudah ada.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.