Buruh Minta Pasien Covid-19 Isoman Dapat Obat dan Vitamin dari BPJS Kesehatan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana unjuk rasa dalam May Day 2021 oleh buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Mei 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    Suasana unjuk rasa dalam May Day 2021 oleh buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Mei 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI Saiq Iqbal meminta pemerintah izinkan BPJS Kesehatan memberikan paket obat-obatan dan vitamin bagi buruh maupun masyarakat yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan tengah menjalani isolasi mandiri karena Covid-19. Permintaan ini menyusul langkanya obat terapi Covid-19 dan vitamin di pasaran.

    “Keluarkan Perpres Darurat Covid-19 atau Permenkes bahwa BPJS Kesehatan dibenarkan memberikan vitamin dan obat bagi peserta buruh atau masyarakat peserta JKN yang sedang isiolasi mandiri,” ujar Said dalam konferensi pers, Senin, 26 Juli 2021.

    Said mengklaim telah berkomunikasi dengan pihak BPJS Kesehatan ihwal penyaluran kebutuhan medis tersebut untuk pasien penderita virus corona yang tidak memproleh perawatan di rumah sakit. Menurut Said, manajemen menjawab bahwa instansi tidak berwenang membiayai obat-obatan maupun vitamin untuk pasien isolasi mandiri karena tidak ada payung hukumnya.

    Karena itu, Said pun langsung menghubungi Kementerian Kesehatan untuk mempertimbangkan kebijakan yang menyoal pendistribusikan kebutuhan medis ini. Namun, pesan dari Said belum memperoleh tanggapan.

    Said berharap pemerintah lebih responsif untuk mencegah risiko kematian bagi pasien Covid-19 yang tengah menjalani karantina di rumah. “Apalagi kan sudah terbukti nyari obat susah,” ujar Said.

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelumnya mengatakan pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk orang tanpa gejala dan pasien Covid-19 yang bergejala ringan. Bantuan akan diberikan sebanyak 2 juta paket.

    “Saya minta kita semua bisa bekerja sama dan bahu-membahu untuk melaksanakan PPKM ini dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun,” ujar Jokowi, 20 Juli 2021 lalu.

    Untuk penyaluran paket obat ini, Kementerian Kesehatan menjalin kerja sama dengan sebelas platform telemedicine. Layanan telemedicine merupakan konsultasi kesehatan secara virtual yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun oleh pasien. Untuk tahap awal, fasilitas ini hanya berlaku di area Jakarta.

    Adapun 11 platform telemedicine itu antara lain Alodokter, GetWell, Good Doctor dan GrabHealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

    Baca Juga: 4 Fakta Mengenai Bantuan Subsidi Upah, dari Besaran hingga Kriteria Penerima


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.