Bos Kadin Ungkap Kendala yang Sebabkan Keterlambatan Vaksinasi Gotong Royong

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Kadin terpilih Arsjad Rasjid memberikan sambutan usai ditetapkan diri sebagai Ketua Umum Kadin terpilih periode 2021-2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis 1 Juli 2021. Arsjad Rasjid resmi menjadi Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 berdasarkan kesepakatan musyawarah dan mufakat pada Munas VIII di Kendari sedangkan Anindya Bakrie yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai ketua umum dipilih menjadi Ketua Dewan Pertimbangan. ANTARA FOTO/Jojon

    Ketua Kadin terpilih Arsjad Rasjid memberikan sambutan usai ditetapkan diri sebagai Ketua Umum Kadin terpilih periode 2021-2026 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis 1 Juli 2021. Arsjad Rasjid resmi menjadi Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 berdasarkan kesepakatan musyawarah dan mufakat pada Munas VIII di Kendari sedangkan Anindya Bakrie yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai ketua umum dipilih menjadi Ketua Dewan Pertimbangan. ANTARA FOTO/Jojon

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri alias Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menjelaskan persoalan keterlambatan dalam pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong.

    "Waktu itu apa yang terjadi adalah karena adanya kekurangan suplai dari negara produsen vaksin makanya ada keterlambatan dari Vaksinasi Gotong Royong," kata Arsjad dalam konferensi pers, Ahad, 25 Juli 2021.

    Namun demikian, ia berujar mulai pekan ini vaksin untuk vaksinasi gotong royong akan mulai masuk kembali ke Tanah Air. Diharapkan, suplai vaksin yang masuk pada pekan ini mencapai 3 juta dosis.

    "Jadi, salah satu kendalanya adalah negara produsennya agak lambat berikan suplai ke kita khusus untuk vaksinasi gotong royong," tutur Arsjad.

    Di samping menggelar vaksinasi gotong royong, Arsjad mengatakan Kadin juga membantu pemerintah dalam program vaksinasi gratis dengan mendorong UMKM dan masyarakat agar mengikuti program tersebut.

    "Kuncinya bagaimana bisa mempercepat vaksinasi untuk bisa menang melawan pandemi," kata Arsjad.

    Sebelumnya, Kadin Indonesia mencatat sudah lebih dari 28 ribu perusahaan yang mendaftar program Vaksinasi Gotong Royong. Dari jumlah perusahaan itu, peserta yang diperkirakan ikut program tersebut adalah 10,5 juta peserta, mencakup karyawan dan keluarga karyawan.

    Namun, alokasi yang diberikan kepada Kadin untuk tahap satu baru 330 ribu dosis untuk 165 ribu peserta dan di tahap dua mencapai 600 ribu dosis untuk 300 ribu peserta. "Ini semua telah dialokasikan oleh Kadin ke perusahaan yang mendaftar," kata Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Juli 2021.

    Selanjutnya, untuk tahap tiga di bulan Juli, Kadin diminta untuk dapat mengalokasikan 1 juta dosis untuk 500 ribu orang peserta. Arsjad berharap agar vaksin untuk program Gotong Royong bisa kian bertambah jumlahnya dan cepat pelaksanaannya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan alokasi vaksin bagi perusahaan-perusahaan yang sudah mendaftar.

    "Saat ini kami lebih intens berkoordinasi dengan semua pihak agar vaksinasi untuk dunia usaha ini bisa cepat pelaksanaannya sesuai dengan yang kita harapkan,” kata bos Kadin ini.

    BACA: Kadin Indonesia Gandeng TNI dan Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk 15.000 Orang

     

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.