PPKM Darurat, Pengusaha Jawa Tengah Ini Cerita Sudah Berusaha Keras Agar Tak PHK

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pabrik rokok kretek. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ilustrasi pabrik rokok kretek. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak sedikit pengusaha yang kesulitan di tengah Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau PPKM Darurat. Penyekatan sejumlah ruas jalan dan pembatasan jumlah pekerja disebut-sebut menghambat proses produksi. 

    Kesulitan itu di antaranya disebutkan oleh Frans Kongi. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah ini menyebutkan, sejumlah pengusaha dari dunia industri manufaktur di Jawa Tengah melaporkan saat kini kondisi bisnis semakin terpukul. “Produksi menurun tetapi biaya operasional tetap. Kita memahami karena Covid-19 mengganas,” ucapnya, Jumat, 23 Juli 2021.

    Sebagai contoh, kata dia, hingga kini permintaan pasar luar negeri masih belum juga menunjukkan pemulihan. Hal itu makin diperparah dengan kenaikan biaya sewa kontainer atau freight cost hingga 500 persen.

    Tak hanya itu, Frans menyebutkan keuntungan ekspor barang merosot tajam. "Keadaan ini diperparah (dengan) penjualan dalam negeri. Sepi,” ucapnya.

    Oleh karena itu, Apindo Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tapi dalam pertemuan yang digelar secara virtual itu belum didapat solusi yang tepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.