Kemendag Berharap Makin Banyak UKM Jamu dan Produk Herbal Ekspor ke Nigeria

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Rapat tersebut terkait pembicaraan tingkat I terhadap RUU tentang persetujuan Kemitraan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan Negara-negara EFTA. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Rapat tersebut terkait pembicaraan tingkat I terhadap RUU tentang persetujuan Kemitraan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan Negara-negara EFTA. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemendag mencatat Indonesia merupakan pengekspor jamu ke-18 di dunia. Total nilai ekspor jamu Indonesia ke dunia pada tahun 2021 mencapai 41,5 juta dolar AS atau meningkat 10,96 persen dibandingkan tahun 2019.

    Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos optimistis ekspor produk jamu asal Indonesia semakin propekstif.

    “Menurut data Trademap, di Nigeria, Indonesia merupakan salah satu penyuplai produk jamu ke-15. Nigeria merupakan importir jamu terbesar di Kawasan Afrika Barat yang mencapai 1,3 juta dolar AS di tahun 2020. Semoga tahun ini dan tahun yang akan datang, ekspor herbal ke Nigeria akan semakin meningkat,” ujar Kepala Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kemendag RI Heriyono Hadi Prasetyo lewat keterangannya di Jakarta, Jumat 23 Juli 2021. 

    Heriyono menyampaikan hal itu dalam kegiatan “Forum Bisnis dan Penjajakan Kesepakatan Dagang” (business matching) yang diselenggarakan ITPC Lagos secara virtual di Lagos, Nigeria.

    Forum Bisnis dan Penjajakan Kesepakatan Dagang (business matching) yang diselenggarakan ITPC Lagos secara virtual pada mengambil tema “Natural Ingredients for Health Products”.

    Forum ini menampilkan eksportir dan produsen seperti jamu, suplemen herbal, serta perawatan natural kesehatan untuk pria dan wanita.

    Hadir sebagai pembicara utama yaitu Kepala Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kemendag RI Heriyono Hadi Prasetyo, serta Wakil Ketua Umum Bidang Industri, Investasi, Hak Cipta, dan Inovasi Asosiasi Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Indonesia (GP Jamu) Jony Yuwono.

    Empat importir produk jamu dan suplemen herbal yang berasal dari kota-kota pusat bisnis Nigeria yaitu Lagos, Kano, dan Enugu juga dihadirkan. ITPC Lagos memperkenalkan eksportir jamu dan suplemen herbal Indonesia dari provinsi Aceh, Bangka Belitung, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

    Para pelaku usaha Indonesia yang mengikuti kegiatan ini di antaranya dari PT Petra Anugrah Tama, PT Lestari Jaya Bangsa, PT Herbacore, PT Gujati 59 Utama, Sinyo Babel, PT Razie Aceh, serta PT Mustika Ratu. Sebagian besar pelaku usaha merupakan UKM orientasi ekspor binaan PPEI (Razie Aceh, Lestari Jaya, Gujati, Sinyo Babel) dan anggota GP Jamu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.