Terpopuler Bisnis: 121 Outlet BTN Ditutup, Besaran Gaji Komisaris BUMN

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pelayanan nasabah di Bank BTN, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memastikan program Tapera bisa mulai berjalan pada awal 2021. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas pelayanan nasabah di Bank BTN, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memastikan program Tapera bisa mulai berjalan pada awal 2021. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 22 Juni 2021 dimulai dengan penjelasan manajemen PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN atas ditutupnya 121 outlet sepanjang tahun 2020.

    Kemudian pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bahwa pemerintah akan memberi bantuan sosial atau bansos kepada keluarga yang kepala keluarganya terjangkit Covid-19.

    Selain itu berita tentang besaran gaji komisaris Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, yang dalam sebulan ada yang mencapai ratusan juta hingga di atas Rp 1 miliar. Berikut adalah ringkasan dari ketiga berita tersebut:

    1. BTN Tutup 121 Outlet Tahun Lalu, Ini Penjelasan Lengkap Manajemen

    Sekretaris Perusahaan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN, Ari Kurniaman, mengatakan, perseroan selama tahun 2020 sudah menutup 121 outlet. Adapun 121 outlet yang ditutup pada tahun lalu tersebut terdiri atas Kantor Kas (KK) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP).

    Sementara pada tahun 2021 ini, BTN berencana menutup 29 outlet yang terdiri dari 1 Kantor Cabang di Aceh, 3 KCP, 24 Kantor Kas dan 1 Payment Point. "Penutupan Kantor Cabang Aceh karena adanya aturan mengenai penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah nomor 11 tahun 2018," ujar Ari, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 23 Juli 2021.

    Direktur Distribution & Ritel Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN, Jasmin, mengatakan, penutupan outlet seiring dengan fokus perseroan menggenjot efektivitas digital banking. BTN juga meningkatkan kerja sama dengan banyak pihak ketiga agar pelayanan tetap terjaga meski jumlah kantor fisik minim.

    "Strategi ke depan lebih banyak untuk peningkatan produktivitas kantor cabang existing, baik di sisi funding maupun lending," ucap Jasmin, Rabu, 21 Juli 2021.

    Lebih jauh, ia menjelaskan, penutupan kantor cabang juga kian efektif dengan semakin banyaknya pihak ketiga yang bekerja sama dengan perseroan. Baru-baru ini perseroan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk melayani pembukaan eBatara Pos.

    Dengan begitu, kata dia, BTN tidak perlu buka cabang banyak untuk mengakuisisi nasabah baru. "Kami juga partnership dengan agen-agen laku pandai dengan sharing fee untuk melayani daerah-daerah jauh dengan pengembangan digital banking," tuturnya.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.