IHSG Melejit, Samuel Sekuritas: Mengikuti Gerak Global dan Regional yang Positif

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (6/11/2020) di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG melonjak cukup tajam di sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis, 22 Juli 2021, dan berhasil menembus level 6.100-an. Indeks di sesi tersebut akhirnya ditutup di level 6.107.

    Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai IHSG tampaknya berhasil mengikuti pergerakan positif dari bursa global maupun regional di sesi pertama perdagangan hari ini.

    Sebagai gambaran, indeks saham AS ditutup menguat semalam, mulai dari DJIA naik 0,83 persen ke level 34,798, S&P500 naik 0,82 persen serta Nasdaq naik 0,92 persen. Kenaikan indeks tersebut dipicu oleh awal yang baik dari musim rilis laporan keuangan kuartal kedua 2021 di AS serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah maupun korporasi.

    Faktor eksternal lainnya adalah sejumlah bursa utama Asia yang juga masih melanjutkan pergerakan positifnya hari ini. Beberapa di antaranya adalah Kospi dibuka menguat 0,78 persen dan Hang Seng naik 0,88 persen. Sedangkan bursa Jepang tutup karena hari libur nasional.

    ADVERTISEMENT

    Hingga sesi pertama perdagangan tercatat sebanyak 316 saham menguat, 177 melemah, dan 156 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,6 triliun. Adapun arus masuk asing ke pasar modal di Tanah Air juga terlihat bagus di sesi pertama hari ini, dengan nilai beli bersih asing di pasar reguler mencapai Rp 523,3 miliar.

    Adapun saham bank milik Hary Tanoesoedibjo, Bank MNC (BABP) tercatat sebagai saham yang paling banyak dibeli investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai beli bersih asing mencapai Rp 222,1 miliar, disusul BBCA senilai Rp 76,2 miliar dan ADRO senilai Rp 42,6 miliar.

    Sementara itu, saham Elang Mahkota Teknologi (EMTK) menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell mencapai Rp 33,7 miliar. Berikutnya disusul oleh PTPP dan SCMA dengan nilai net sell masing-masing Rp 16,7 miliar dan Rp 14,2 miliar.

    Di sesi pertama hari ini terlihat saham bank-bank big 4 bergerak positif. Keempat saham bank itu adalah BBNI menguat paling signifikan (naik 5,6 persen), disusul BMRI (naik 2,1 persen), BBCA (naik 1,8 persen) dan BBRI (naik 1,5 persen).

    Khusus BBNI, hari ini adalah hari pertama pelaksanaan program buyback yang diinisiasi oleh manajemen bank pelat merah tersebut. Program ini dilakukan untuk membantu menstabilkan harga saham BBNI yang memang cenderung tertekan belakangan ini. BBNI sendiri menyiapkan anggaran hingga Rp 1,7 triliun untuk program buyback ini, yang akan berlangsung hingga 21 Oktober mendatang.

    Adapun sektor lain yang menunjukkan pergerakan positif di sesi pertama hari ini adalah sektor batu bara, yang beberapa sahamnya menguat seperti INDY (naik 8 persen), PTBA (naik 5,6 persen), ADRO (naik 6,4 persen), dan ITMG (naik 6,1 persen ). Penguatan saham itu seiring dengan arus masuk investor ke saham-saham tersebut yang tetap tinggi meski harga batubara melemah pada perdagangan kemarin.

    Sementara satu saham lain yang cukup menarik adalah saham Elang Makhota Teknologi (EMTK) yang menutup sesi pertama hari ini dengan kenaikan 5,3 persen, setelah cenderung bergerak turun sejak awal pekan ini.

    Saham EMTK diduga mendapat sentimen positif dari tersiarnya kabar bahwa IPO Bukalapak, e-commerce yang lebih dari 30 persen sahamnya dikuasai EMTK, mengalami oversubscribe (kelebihan permintaan) hingga empat kali.

    Berikut ini adalah daftar saham yang mengisi lima besar top gainer di sesi pertama ini:

    • YELO (naik 34,4 persen ke Rp 199 per saham)
    • HOPE (naik 26,1 persen ke Rp 198 per saham)
    • BCIC (naik 25 persen ke Rp 875 per saham)
    • KIOS (naik 24,6 persen ke Rp 1.415 per saham)
    • BSIM (naik 24,6 persen ke Rp 885 per saham)

    Selanjutnya ada lima besar top loser sesi pertama hari ini:

    • NICL (turun 6,9 persen ke Rp 240 per saham)
    • RELI (turun 6,9 persen ke Rp 402 per saham)
    • PTDU (turun 6,9 persen ke Rp 1.550 per saham)
    • ATIC (turun 6,8 persen ke Rp 950 per saham)
    • PANI (turun 6,8 persen ke Rp 218 per saham)

    Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia sebelumnya memperkirakan IHSG pada hari ini masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Adapun IHSG diprediksi bergerak di rentang 5.980-6.080.

    Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

    Baca: BEI Umumkan 17 Saham Masuk dalam Pemantauan Khusus, Ada Sritex dan Pan Brothers


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.