BTN Tutup 121 Outlet Tahun Lalu, Ini Penjelasan Lengkap Manajemen

Aktivitas pelayanan nasabah di Bank BTN, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memastikan program Tapera bisa mulai berjalan pada awal 2021. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Perusahaan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN, Ari Kurniaman, mengatakan, perseroan selama tahun 2020 sudah menutup 121 outlet. Adapun 121 outlet yang ditutup pada tahun lalu tersebut terdiri atas Kantor Kas (KK) dan Kantor Cabang Pembantu (KCP).

Sementara pada tahun 2021 ini, BTN berencana menutup 29 outlet yang terdiri dari 1 Kantor Cabang di Aceh, 3 KCP, 24 Kantor Kas dan 1 Payment Point. "Penutupan Kantor Cabang Aceh karena adanya aturan mengenai penerapan Qanun Lembaga Keuangan Syariah nomor 11 tahun 2018," ujar Ari, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 23 Juli 2021.

Saat ini, kata Ari, BTN sedang mengoptimalkan layanan digital banking, slah satunya dengan meningkatkan kapasitas serta fitur pada mobile banking BTN. Layanan terbaru yakni fitur cardless withdrawal. Melalui fitur tersebut, nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai tanpa kartu di anjungan mesin tunai (ATM). "Selain itu, ada QRIS yang memudahkan nasabah bertransaksi dengan memindai kode batang melalui aplikasi mobile banking BTN."

Adapun sepanjang tahun lalu tercatat total transaksi perbankan sebanyak 200 juta transaksi. Mayoritas di antaranya atau sebesar 96 persen dari transaksi itu dilakukan melalui e-channel, salah satunya mobile banking.

BTN mencatat penambahan pengguna baru mobile banking, per Mei 2021 mencapai 1,63 juta pengguna atau naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,29 juta pengguna. Sementara jumlah transaksi meningkat 53 persen menjadi 54 juta transaksi pada Mei 2021. "Pada Mei 2020, jumlah transaksi tercatat sebanyak 35,8 juta transaksi," tutur Ari.

Pengalihfungsian layanan BTN tersebut, kata Ari, juga dipastikan tidak mengganggu bisnis, tetapi justru mempercepat proses bisnis. Sementara terkait SDM yang ada telah
dialihfungsikan pula ke unit kerja lain, antara lain untuk mendukung program sejuta rumah

Direktur Distribution & Ritel Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN, Jasmin, sebelumnya menjelaskan, penutupan sejumlah outlet--termasuk di antaranya adalah kantor cabang--dilakukan seiring dengan fokus perseroan menggenjot efektivitas digital banking. BTN juga meningkatkan kerja sama dengan banyak pihak ketiga agar pelayanan tetap terjaga meski jumlah kantor fisik minim.

"Strategi ke depan lebih banyak untuk peningkatan produktivitas kantor cabang existing, baik di sisi funding maupun lending," ucap Jasmin, Rabu, 21 Juli 2021.

Lebih jauh, ia menjelaskan, penutupan outlet juga kian efektif dengan semakin banyaknya pihak ketiga yang bekerja sama dengan perseroan. Baru-baru ini perseroan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk melayani pembukaan eBatara Pos.

Dengan begitu, kata dia, BTN tidak perlu buka cabang banyak untuk mengakuisisi nasabah baru. "Kami juga partnership dengan agen-agen laku pandai dengan sharing fee untuk melayani daerah-daerah jauh dengan pengembangan digital banking," tuturnya.

Sebelumnya 2 bank pelat merah lainnya telah mengumumkan penutupan sejumlah kantor cabang di masa pandemi Covid-19 ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. misalnya, selama masa pandemi telah menutup 92 kantor cabang di Tanah Air.






OJK Monitoring Intensif Pinjol TaniFund karena Kredit Macet Capai 48,27 Persen

4 jam lalu

OJK Monitoring Intensif Pinjol TaniFund karena Kredit Macet Capai 48,27 Persen

OJK sedang melakukan pengawasan ketat terhadap financial technology (fintech) alias pinjaman online (pinjol) berbasis agri di TaniHub yakni TaniFund.


Rights Issue Bank Syariah Indonesia, Bank Mandiri Pertahankan Posisi Pemegang Saham Mayoritas

2 hari lalu

Rights Issue Bank Syariah Indonesia, Bank Mandiri Pertahankan Posisi Pemegang Saham Mayoritas

Bank Mandiri mendukung penerbitan saham baru atau rights issue, yang akan dilaksanakan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).


BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

3 hari lalu

BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Tujuan penerbitan ini oleh BI hingga OJK adalah mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah.


Wamen BUMN Prediksi Ekonomi Digital RI 2030 Terbesar di ASEAN, Nilainya Akan Capai Rp 4.531 T

3 hari lalu

Wamen BUMN Prediksi Ekonomi Digital RI 2030 Terbesar di ASEAN, Nilainya Akan Capai Rp 4.531 T

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo kembali menegaskan Indonesia diproyeksikan akan menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2030.


Dirut Bank Mandiri: Aplikasi Livin Bisa Digunakan di Luar Negeri Mulai Oktober 2022

4 hari lalu

Dirut Bank Mandiri: Aplikasi Livin Bisa Digunakan di Luar Negeri Mulai Oktober 2022

Livin' by Mandiri bisa digunakan oleh IMEI base di luar negeri dengan sim card luar negeri sepanjang WNI memiliki NIK.


Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

5 hari lalu

Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

Anies Baswedan mengharapkan kerja sama aktif Bank DKI dan Bank Maluku/ Maluku Utara dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua daerah.


Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

5 hari lalu

Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

Bank DKI menjalin kerja sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara melalui skema Kelompok Usaha Bank atau KUB.


Staf Honorer DPRD Kabupaten Buol Kaget Rekeningnya Masuk Rp14 Triliun, PPATK: Itu Salah Cetak

6 hari lalu

Staf Honorer DPRD Kabupaten Buol Kaget Rekeningnya Masuk Rp14 Triliun, PPATK: Itu Salah Cetak

van Yustiavandana menjelaskan soal aliran dana misterius Rp14 triliun yang masuk ke rekening seorang staf honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Buol


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

8 hari lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Proses Integrasi UUS BTN dengan BSI Tengah Berlangsung

9 hari lalu

Proses Integrasi UUS BTN dengan BSI Tengah Berlangsung

Proses integrasi ini merupakan bagian cita-cita dan visi BSI untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan peranannya di tengah industri perbankan.