Bank Mandiri Tutup 92 Kantor Cabang Selama Pandemi Covid-19

Karyawan Bank Mandiri mengenakan pakaian adat kebaya melayani nasabah di salah satu kantor cabang di Jatinegara, Jakarta, Selasa 21 April 2020. Penggunaan pakaian adat ini dalam rangka memperingati Hari Kartini yang dilakukan karyawan Bank Mandiri di tengah kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. selama masa pandemi Covid-19 telah menutup 92 kantor cabang di Tanah Air. Penutupan kantor cabang ini sudah melalui pertimbangan yang matang, salah satunya sebagai realisasi mendorong pemanfaatan serta optimalisasi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan layanan perbankan.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Atturidha menjelaskan, perseroan secara berkala menutup operasional kantor cabang sementara sebagai bentuk upaya mencegah terjadinya kerumunan dan menekan laju penyebaran Covid-19. Kantor cabang yang ditutup tersebut khususnya yang berada di wilayah yang berada di zona merah atau hitam Covid-19. 

"Langkah optimalisasi kantor cabang dan pemanfaatan digitalisasi perbankan sesuai dengan rencana bisnis tahun 2021 periode revisi yang sudah disampaikan ke OJK, Bank Mandiri telah melakukan penutupan 92 kantor cabang," kata Rudi ketika dihubungi, Rabu, 21 Juli 2021.

Lebih jauh Rudi memaparkan, penutupan sejumlah kantor cabang selain telah melalui pertimbangan matang, juga setelah memperhatikan faktor lokasi yang saling berdekatan. Selain itu, bank memperhatikan tingkat penetrasi teknologi digital di lokasi tersebut.

Hingga 30 Juni 2021, tercatat jaringan Kantor Bank Mandiri berjumlah 2.426 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari angka itu terdiri atas 140 kantor cabang, 2.220 kantor cabang pembantu dan 66 kantor kas.

Di masa mendatang, kata Rudi, Bank Mandiri tetap akan mengkaji potensi pembukaan dan relokasi kantor cabang di area potensial. "Sesuai dengan kebutuhan masyarakat."

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya mencatat, per April 2021 jumlah kantor cabang perbankan sebanyak 29.780 unit. Angka ini berkurang 1.232 unit ketimbang periode serupa tahun lalu.

Selain Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI juga merelokasi atau menutup sebanyak 96 outlet atau kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2021 ini. Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir menyatakan keputusan menutup puluhan outlet BNI tersebut seiring transformasi digital yang dilakukan perusahaan.

BISNIS

Baca: Transformasi Digital, BNI Akan Tutup 96 Kantor Cabang Tahun Ini






UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

1 hari lalu

UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

UNWTO mencatat pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.


Proses Integrasi UUS BTN dengan BSI Tengah Berlangsung

1 hari lalu

Proses Integrasi UUS BTN dengan BSI Tengah Berlangsung

Proses integrasi ini merupakan bagian cita-cita dan visi BSI untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan peranannya di tengah industri perbankan.


Penyaluran KUR NTB Agustus 2022 Rp 4,25 T, OJK: Terbanyak Sektor Perdagangan Besar dan Eceran

1 hari lalu

Penyaluran KUR NTB Agustus 2022 Rp 4,25 T, OJK: Terbanyak Sektor Perdagangan Besar dan Eceran

OJK memantau penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


Marak Pinjol Ilegal, OJK Berikan Tips Akses Pinjaman Online

2 hari lalu

Marak Pinjol Ilegal, OJK Berikan Tips Akses Pinjaman Online

Maraknya pinjol ilegal menuntut masyarakat lebih waspada.


Pinjol Ilegal Marak, OJK Perketat Pengawasan

2 hari lalu

Pinjol Ilegal Marak, OJK Perketat Pengawasan

OJK mencatat jumlah pinjol ilegal yang berhasil diblokir mencapai 4.000 platform.


Pinjol Ilegal Masih Marak, OJK: Ditutup Satu, Tumbuh Lima

2 hari lalu

Pinjol Ilegal Masih Marak, OJK: Ditutup Satu, Tumbuh Lima

Jumlanya pinjaman online lebih banyak ketimbang pinjol legal yang terdaftar di OJK.


Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

2 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim Indonesia memiliki tiga prestasi dalam mengahadapi pandemi yang berlangsung sejak awal 2020 itu.


Cerita Sri Mulyani soal Tantangan Realisasi Anggaran PC-PEN Selama Pandemi Covid-19

2 hari lalu

Cerita Sri Mulyani soal Tantangan Realisasi Anggaran PC-PEN Selama Pandemi Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan bagaimana realisasi Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun 2020 dan 2021.


Dewan Komisioner OJK: Inklusi Keuangan Saja Tidak Cukup, Harus Dibarengi Literasi

2 hari lalu

Dewan Komisioner OJK: Inklusi Keuangan Saja Tidak Cukup, Harus Dibarengi Literasi

Dewan Komisioner OJK menyebut inklusi keuangan atau akses terhadap produk keuangan harus dibarengi literasi atau pemahaman terhadapnya.


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

2 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'