Bank Mandiri: Penggunaan Layanan QRIS Meningkat Lebih dari 170 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Bank Mandiri, di Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

    Gedung Bank Mandiri, di Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

    TEMPO.CO, JakartaPT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penggunaan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat lebih dari 170 persen dari periode yang sama tahun lalu, per Mei 2021.

    Kenaikan transaksi melalui QRIS tersebut empat kali lipat dibanding kuartal pertama 2021. Saat ini, sudah lebih dari 700 ribu merchant yang bergabung dengan Mandiri QRIS.  

    Bank Mandiri mencatat penggunaan layanan QRIS menembus 1,4 juta transaksi dengan nilai volume lebih dari Rp100 miliar.

    "Fitur pembayaran cashless melalui QRIS di aplikasi Livin’ by Mandiri terbukti makin diminati oleh banyak nasabah dan merchant karena transaksinya yang lebih mudah, seamless, dan aman," kata Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 21 Juli 2021.

    ADVERTISEMENT

    Thomas menjelaskan, pembayaran dengan QRIS Bank Mandiri menjanjikan model pembayaran transaksi yang lebih fleksibel kepada nasabah yang menggunakan aplikasi Livin’ by Mandiri.

    Menurutnya, proses transaksi melalui QRIS Bank Mandiri dapat dilakukan secara efektif dan efisien sehingga memangkas waktu antrean.

    Apalagi, dengan keputusan Bank Indonesia menaikkan limit transaksi QRIS menjadi Rp5 juta telah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna dan merchant.

    Bank Mandiri pun mendorong lebih banyak nasabah dan merchant UMKM di Indonesia mengadopsi QRIS sebagai solusi pembayaran transaksi cashless yang lebih efisien dan aman di tengah situasi pandemi seperti sekarang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.